Harry Kane Mangkir Latihan Tottenham Hotspur, Sinyal Pindah Kian Mencuat

Adhi Prasetya - Sepakbola
Senin, 02 Agu 2021 19:25 WIB
ENFIELD, ENGLAND: Harry Kane of Tottenham Hotspur trains during the Tottenham Hotspur training session at The Tottenham Hotspur Training Centre on March 09, 2020 in Enfield, England. Tottenham Hotspur will face RB Leipzig in their UEFA Champions League round of 16 second leg match on March 10, 2020. (Photo by Alex Morton/Getty Images)
Kane diisukan akan meninggalkan Tottenham di musim panas ini. Foto: Getty Images/Alex Morton
London -

Harry Kane tak muncul di latihan pramusim Tottenham Hotspur. Hal ini membuat rumor kepindahannya pun kian berhembus kencang.

Diberitakan Sky Sports, Senin (2/8/2021), Kane seharusnya dijadwalkan datang pagi ini waktu setempat ke markas latihan Tottenham di Hotspur Way, Enfield untuk memulai persiapan jelang kompetisi. Diketahui, ia baru saja berlibur usai tampil membela Inggris di Euro 2020.

Namun rupanya Kane tak menunjukkan batang hidungnya. Jurnalis The Guardian, Fabrizio Romano juga menyebut absennya Kane disebabkan keinginannya sendiri, bukan karena hal lain.

Sontak hal ini menimbulkan tanda tanya, apakah ini sinyal Kane kepada manajemen Tottenham untuk menjual dirinya ke klub lain? Diketahui, ia sudah menyatakan keinginan pindah pada Mei lalu, namun Tottenham masih ingin mempertahankan pria 28 tahun itu.

Manchester City sudah mengajukan penawaran 100 juta Pound untuk mendapatkan tanda tangan Kane pada Juni lalu, namun ditolak. Mengingat kontrak Kane masih tersisa sampai 2024, Tottenham jelas punya posisi yang kuat dalam bernegosiasi, dan tentunya akan meminta harga lebih.

Keinginan Kane untuk pindah diyakini karena Tottenham tak kunjung berhasil meraih trofi. Selama berseragam The Lilywhites, capaian terbaik Kane hanya runner-up Liga Champions 2019 dan dua kali runner-up Piala Liga Inggris (2015 dan 2021).

Padahal, secara individu, Kane mampu tampil baik. Selama tujuh musim terakhir, catatan golnya per musim tak pernah kurang dari 24 gol. Bisa jadi, Kane merasa tak dibekali dengan skuad yang mumpuni untuk bisa bersaing merebut gelar.

Apalagi, Tottenham finis di luar zona Liga Champions selama dua musim terakhir. Tentu Kane ingin kembali bertanding di Liga Champions, bersaing dengan para pemain dari klub-klub terbaik seantero Eropa.

(adp/aff)