Salahkah Harry Kane Mangkir dari Latihan?

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Kamis, 05 Agu 2021 19:00 WIB
LONDON, ENGLAND - FEBRUARY 28: Harry Kane of Tottenham Hotspur looks on after a missed chance during the Premier League match between Tottenham Hotspur and Burnley at Tottenham Hotspur Stadium on February 28, 2021 in London, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Matthew Childs - Pool/Getty Images)
Harry Kane mangkir dari latihan pramusim Tottenham Hotspur. (Foto: Getty Images/Pool)
Jakarta -

Harry Kane belum melapor untuk pramusim dan mangkir dari latihan Tottenham Hotspur karena kecewa. Penyerang 28 tahun itu ingin meninggalkan klub.

Harry Kane seharusnya sudah datang dan ikut latihan pramusim Tottenham Hotspur sejak Senin (2/8/2021) lalu. Namun ia absen karena merasa CEO Daniel Levy mengingkari janji.

Keduanya disebut-sebut punya perjanjian tak tertulis bahwa Kane diperbolehkan pergi musim panas ini. Sebenarnya sudah ada tawaran masuk dari Manchester City, dilaporkan bernilai 100 juta paun, namun ditolak.

Daniel Levy merasa angka tersebut tidak sesuai dengan nilai Harry Kane. Ia bersikukuh baru akan melepas dengan nilai 150-160 juta paun.

Keputusan Harry Kane mogok latihan untuk merespons sikap sang CEO pun menjadi polemik. Ia dianggap tak menghargai rekan-rekan setimnya, tapi ada pula yang mendukungnya.

Mantan pemain Tottenham Jamie O'Hara mendukung langkah itu. Sebab berkaca dari pengalaman, Kane justru bisa merusak atmosfer tim ketika datang ke latihan dengan pikiran kacau. Apalagi perannya di tim sangat besar.

"Saya ingat situasi dengan Berbatov dulu. Situasi yang mirip, dengan Man United yang mengejarnya, Sir Alex Ferguson ingin merekrut Berba. Dia baru menjalani musim yang bagus dan saya ingat dia bukan tidak datang ke latihan," ujar Jamie O'Hara dikutip talkSPORT.

"Tapi saat dia datang, situasinya seperti, saya tak mau bilang itu mengganggu, dia cuma tak serius. Dia tak ambil pusing, dia tak mau berada di sana, dia ingin keluar dan itu sungguh membuat ruang ganti menjadi buruk."

"Akhirnya dia bermain dari bangku cadangan di awal musim, dia masuk ke lapangan dan bermain tidak terlalu bagus, lalu dia tak tampil di beberapa laga. Dia ditepikan. Rasanya cuma tidak nyaman di ruang ganti, ketika Anda punya seseorang yang ingin pergi seperti itu."

"Pada akhirnya dia pergi dan menjalani karier yang bagus di Manchester United. Spurs beranjak, kami melanjutkan cerita, kami akhirnya mencapai final Piala Liga Inggris di musim tersebut dan menjalani musim yang bagus," ujarnya.

Akankah Harry Kane mengikuti jejak Berbatov dengan beranjak meninggalkan Tottenham? Kita tunggu saja kelanjutannya.

(raw/krs)