ADVERTISEMENT

Sudah Waktunya Arsenal Percaya GabiGold

Randy Prasatya - Sepakbola
Minggu, 08 Agu 2021 02:00 WIB
KASHIMA, JAPAN - AUGUST 03: Gabriel Martinelli #21 of Team Brazil celebrates after scoring their sides second penalty during the penalty shoot out during the Mens Football Semi-final match between Mexico and Brazil on day eleven of the Tokyo 2020 Olympic Games at Kashima Stadium on August 03, 2021 in Kashima, Ibaraki, Japan. (Photo by Buda Mendes/Getty Images)
Gabriel Martinelli membantu Brasil merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: Getty Images/Buda Mendes)
Jakarta -

Arsenal punya striker muda dengan masa depan cerah. Sosok tersebut bisa dipanggil dengan sebutan GabiGold.

Striker itu bernama Gabriel Martinelli. Pria berusia 20 tahun tersebut masuk ke skuad sepakbola putra Brasil di Olimpiade Tokyo 2020.

Tim yang dikapteni oleh Dani Alves tersebut berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan Spanyol 2-1 lewat extra time. Brasil unggul duluan lewat Matheus Cunha jelang turun minum, yang kemudian diimbangi oleh Mikel Oyarzabal di babak kedua.

Malcom kemudian mencetak gol kemenangan untuk Brasil di tambahan waktu babak pertama. Alhasil, Brasil sukses menjadi juara di Olimpiade selama dua edisi beruntun.

Lantas di mana Martinelli pada laga final itu? Dia tidak diturunkan oleh pelatih Andre Jardine.

Martinelli cuma main tiga kali dengan total 75 menit sepanjang kompetisi. Namun, dia punya peran penting saat di laga semifinal melawan Meksiko.

Martinelli membantu Brasil menang lewat adu penalti. Turun sebagai eksekutor kedua Brasil, Martinelli berhasil memperbesar keunggulan 2-0 setelah Alves sebagai penendang pertama menjalankan tugas dengan baik.

Keunggulan Brasil dua gol itu bikin Meksiko tertekan sampai-sampai bola tembakan Johan Vasquez meleset. Kemudian Bruno Guimaraes memperbesar keunggulan dan akhirnya Brasil menang 4-1 di adu penalti.

Medali emas yang didapat Martinelli bersama Brasil tentu sebagai jawaban kepada Mikel Arteta selaku manajer Arsenal. Martinelli sudah seharusnya layak mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak, seperti halnya jeritan dari fans Arsenal di media sosial.

Martinelli dinilai punya kecepatan dan kontrol bola yang bagus. Total dia sudah tampil 48 kali di tim seniro Arsenal dengan torehan 12 gol dan enam assist.

Arteta di musim lalu lebih sering memainkan Willian. Lebih anehnya lagi menggunakan Pierre-Emerick Aubameyang untuk bermain melebar daripada mempercayakannya kepada Martinelli yang terbiasa bermain melebar.

Martinelli memiliki semua yang dibutuhkan Arsenal. Dia harus diberi kesempatan lagi untuk membuktikan sebagai pemain yang rajin berlari seperti saat merobek gawang Chelsea di Stamford Bridge pada Januari 2020. Golnya datang di saat Meriam London main 10 orang.



Simak Video "Dukungan Warganet untuk Atlet Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/rin)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT