Willian Sudah Tidak Nyaman di Arsenal

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Minggu, 05 Sep 2021 02:45 WIB
LONDON, ENGLAND - DECEMBER 13: Willian of Arsenal looks on during the Premier League match between Arsenal and Burnley at Emirates Stadium on December 13, 2020 in London, England. A limited number of spectators (2000) are welcomed back to stadiums to watch elite football across England. This was following easing of restrictions on spectators in tiers one and two areas only. (Photo by Laurence Griffiths/Getty Images)
Willian dan Arsenal sepakat untuk mengakhiri kontrak pada musim panas ini (Foto: Getty Images/Laurence Griffiths)
London -

Arsenal melepas Willian pada musim panas ini meski kontraknya belum habis. Arsenal akhirnya mengambil keputusan itu karena Willian sudah tidak betah.

Willian baru gabung Arsenal pada Agustus tahun lalu setelah kontraknya bersama Chelsea berakhir. Pemain asal Brasil itu dikontrak sampai 2023.

Namun, baru satu musim bersama, Arsenal dan Willian pisah jalan. Kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kontrak lebih awal pada musim panas ini.

Willian gagal bersinar di Arsenal. Mantan pemain Shakhtar Donetsk itu cuma mencetak satu gol dalam 37 kali penampilan bersama The Gunners di semua kompetisi.

Padahal Willian sebelumnya sukses bersama Chelsea. Selama memperkuat The Blues, Willian mencetak 63 gol dalam 339 kali penampilan di semua kompetisi.

"Keputusan soal Willian adalah merekrut seseorang dengan pengalaman, yang sudah memainkan banyak pertandingan Premier League, dan memberi dampak instan," ujar Direktur Teknik Arsenal Edu kepada Sky Sports soal keputusan merekrut Willian.

"Kalau Anda melihat pertandingan pertama di kandang Fulham, dia memulai dengan sangat baik dan semua orang bilang 'wow, sekarang kami punya tim yang layak', tapi situasinya berbeda di sepanjang musim, inkonsisten, untuk Willian dan sejujurnya semuanya juga."

Edu kemudian mengungkap pembicaraan yang membuat Arsenal akhirnya memtuskan untuk pisah jalan dengan Willian. Edu menyebut bahwa Willian merasa tidak nyaman di Arsenal.

"Di akhir musim, saya dan Mikel (Arteta) bertanya 'bagaimana kabarmu? Karena saya butuh kamu lebih konsisten, apa yang terjadi?' dan dia bilang dia tidak 100 persen nyaman," lanjut Edu.

"Ketika saya dan Mikel mendengar itu, kami memutuskan untuk bilang 'oke, kami tidak menginginkan pemain yang tidak 100 persen nyaman, tidak 100 persen bersama tim, ini tugas saya untuk menemukan solusi terbaik."

"Apakah ini kesalahan atau bukan, sulit untuk mengatakannya. Tidak akan begitu kalau musim kami lebih baik dengan semuanya lebih konsisten. Tapi yang paling penting adalah kami sudah mencoba," katanya soal Willian.

(nds/mrp)