10 Fakta Tottenham Vs Chelsea

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Jumat, 17 Sep 2021 20:15 WIB
LONDON, ENGLAND - FEBRUARY 04: Carlos Vinicius and Lucas Moura of Tottenham Hotspur jump for a header with Cesar Azpilicueta and Reece James of Chelsea during the Premier League match between Tottenham Hotspur and Chelsea at Tottenham Hotspur Stadium on February 04, 2021 in London, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Clive Rose/Getty Images)
10 Fakta Tottenham Hotspur vs Chelsea (Getty Images/Clive Rose)
London -

Tottenham Hotspur akan mendapat ujian berat akhir pekan ini saat harus menghadapi Chelsea. Berikut 10 fakta Tottenham Vs Chelsea.

Tottenham pekan lalu saja menelan kekalahan 0-3 di kandang Palace. Ini tentu menghapus performa apik mereka di tiga pekan pertama saat mampu meraih kemenangan dengan mencetak tiga gol dan tanpa kebobolan.

Tentu saja Tottenham tak boleh terpuruk lagi dan harus bangkit sesegera mungkin, jika masih ingin bersaing di papan atas. Masalahnya, Tottenham akan bertemu tim kuat di Tottenham Hotspur stadium, Minggu (19/9/2021) malam WIB, kontra Chelsea.

Chelsea musim ini masih tangguh karena cuma kebobolan satu gol dan membuat sembilan gol. Di bawah Thomas Tuchel, Chelsea jadi tim yang paling sulit ditembus.

Bisakah Tottenham mengejutkan Chelsea atau malah The Blues tetap berjaya? Berikut 10 fakta Tottenham vs Chelsea yang dikutip Opta

- Tottenham kebobolan paling banyak di Premier League saat menghadapi Chelsea (103) ketimbang lawan tim lain. Sementara Tottenham cuma kalah lebih banyak saat menghadapi Man United (36) ketimbang bertemu The Blues (31).

- Chelsea memenangi dua pertandingan tandang terakhir menghadapi Tottenham, sama dengan 13 kunjungan sebelumnya (5 imbang 6 kalah). Terakhir kali memenangi tiga laga tandang kontra Spurs adalah April 2004 hingga Agustus 2005.

- Tottenham kalah empat kali dari enam pertandingan Derby London terakhir (2 menang), sama banyaknya dari 18 pertandingan sebelumnya. Spurs juga kalah di dua laga Derby London terakhir, kalah tiga laga beruntun di Agustus 2005 - laga ketiganya saat menjamu Chelsea di kandang.

- Chelsea memenangi lima pertandingan tandang terakhir di Derby London - Mereka tidak pernah menang di enam laga tandang beruntun sebelumnya.

- Hanya dua kali Tottenham pernah memulai musim dengan tiga kemenangan kandang beruntun, yakni musim 2000/2001 dan 2002/2003. Spurs memenangi delapan dari 10 pertandingan terakhir di Tottenham Hotspur stadium (2 kalah), punya enam clean sheet.

- Chelsea mencatatkan clean sheet sebanyak 61 persen dari total laga Premier League bareng Thomas Tuchel (14/23) - ini adalah rasio terbanyak di antara manajer di satu klub spesifik di kompetisi itu (minimal 10 laga).

- Tottenham hanya melepaskan rataan 9,5 shot per laga di Premier League bersama Nuno Espirito Santo musim ini, rasio tembakan terendah sepanjang sejarah klub itu di kompetisi (sejak 2003/2004). Sementara hanya Watford (2,3) dan Leicester (3,4) yang punya rasio bikin gol lebih rendah ketimbang Spurs musim ini (3,7).

- Setelah membuat tiga gol di empat pertemuan pertamanya kontra Chelsea, Harry Kane cuma bikin satu gol dari delapan pertemuan terakhir di kompetisi. Meski demikian, Kane terlibat dalam hadirnya 12 gol dari sembilan pertandingan Derby London terakhir di Tottenham Hotspur stadium (7 gol, 5 assist)

- Romelu Lukaku dan Reece James mencetak gol Chelsea saat mengalahkan Arsenal 2-0 bulan lalu - Di era Premier League, hanya dua pemain yang mencetak gol untuk Blues di laga tandang menghadapi Arsenal dan Tottenham di musim sama; Marcos Alonso di 2017/2018 serta Juan Mata (2012/2013).

- Sejak datang ke Premier League bareng Wolves pada 2018, tim asuhan Nuno Espirito Santo gagal mencetak gol di babak pertama sebanyak 83 kali dari 118 laga, lebih banyak ketimbang manajer lain. Itu setara dengan 70 persen dari total laga, rasio tertinggi di antara manajer dengan minimal dua musim melatih klub sejak 2018/2019.

(mrp/rin)