Menanti Dinasti Thomas Tuchel di Chelsea

Afif Farhan - Sepakbola
Rabu, 22 Sep 2021 17:00 WIB
PORTO, PORTUGAL - MAY 28: Thomas Tuchel, Manager of Chelsea looks on during the Chelsea FC Training Session ahead of the UEFA Champions League Final between Manchester City FC and Chelsea FC at Estadio do Dragao on May 28, 2021 in Porto, Portugal. (Photo by David Ramos/Getty Images)
Menanti Dinasti Thomas Tuchel di Chelsea (Getty Images)
London -

Thomas Tuchel sedang membangun dinastinya di Chelsea. Juara Liga Champions sudah, selanjutnya bisa memenangi apa lagi?

"Kami akan membangun tim, yang nantinya tim-tim lain tidak akan mau menghadapi kami," ujar Tuchel ketika dulu baru diresmikan jadi manajer Chelsea menggantikan Frank Lampard di akhir Januari 2021 kemarin.

Thomas Tuchel datang ke Chelsea sebagai alternatif pengganti Frank Lampard. Super Frank gagal memenuhi ekspektasi, The Blues kerepotan di Liga Inggris.

Lampard sebenarnya tidak jelek-jelek amat. Musim 2019/2020, Chelsea dibuatnya melangkah ke partai final Piala FA dan finis di papan atas.

Apa daya, Chelsea memang 'hobi' memecat manajernya yang dirasa tidak memuaskan. Tidak ada jaminan nama besar, walau Lampard sendiri adalah legenda klub.

LONDON, ENGLAND - DECEMBER 28: Frank Lampard, Manager of Chelsea looks on ahead of the Premier League match between Chelsea and Aston Villa at Stamford Bridge on December 28, 2020 in London, England. The match will be played without fans, behind closed doors as a Covid-19 precaution. (Photo by Richard Heathcote/Getty Images)Frank Lampard yang dipecat dari kursi manajer Chelsea (Getty Images/Richard Heathcote)

Kedatangan Thomas Tuchel pun sempat dipandang sebelah mata oleh para pundit sepakbola. Fans Chelsea sendiri sepertinya tidak berharap banyak kepadanya, karena CV Tuchel cuma baru mengarungi Bundesliga (bersama Borussia Dortmund) dan Liga Prancis (bersama PSG).

Dua musim lalu, PSG mampu dibawanya jadi finalis Liga Champions. Sayangnya PSG ditaklukkan Bayern Munich.

Thomas Tuchel nyatanya langsung gaspol di Chelsea. Pelan-pelan Chelsea dibawanya menang walau skornya tipis-tipis.

Hingga akhirnya pada bulan Mei kemarin, Tuchel sukses mempersembahkan titel Liga Champions setelah menaklukkan Manchester City. Tuchel menebus penyesalannya sekaligus membungkam kritik, kalau dirinya layak diperhitungkan!

Chelsea's head coach Thomas Tuchel celebrates kissing the trophy after winning the Champions League final soccer match against Manchester City at the Dragao Stadium in Porto, Portugal, Saturday, May 29, 2021. (Susana Vera/Pool via AP)Tuchel menangi titel Liga Champions bersama Chelsea di musim pertamanya (AP/Susana Vera)

Thomas Tuchel mampu memoles Chelsea dengan apik. Dua formasi kerap dipakai yakni 4-3-3 dan 3-4-3 (yang kemudian lebih sering memakai formasi ini).

Tuchel turut sukses meraih titel Piala Super Eropa setelah timnya mengalahkan Villarreal di babak adu penalti. Tuchel lagi-lagi menebar ancaman, kalau dirinya bukan 'one season wonder'.

Kini di Liga Inggris musim 2020/2021, Chelsea-nya Tuchel begitu gahar. The Blues dibawanya belum terkalahkan di lima laga, apalagi ada tambahan bomber gol Romelu Lukaku.

Para pundit sepakbola yang sempat memandang sebelah mata Tuchel, kini menjilat ludah sendiri. Tuchel dinilai bisa membangun dinasti baru di Chelsea!

(Halaman selanjutnya, Tuchel mampu 'jinakkan' Chelsea)