Apa yang Terjadi di Antara Mourinho dan Bale di Tottenham?

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Senin, 18 Okt 2021 07:30 WIB
LONDON, ENGLAND - DECEMBER 10: Jose Mourinho, Manager of Tottenham Hotspur embraces Gareth Bale of Tottenham Hotspur after he is substituted during the UEFA Europa League Group J stage match between Tottenham Hotspur and Royal Antwerp at Tottenham Hotspur Stadium on December 10, 2020 in London, England. A limited number of fans (2000) are welcomed back to stadiums to watch elite football across England. This was following easing of restrictions on spectators in tiers one and two areas only. (Photo by Julian Finney/Getty Images)
Agen Gareth Bale mengungkapkan kisah di balik hubungan kliennya dengan Jose Mourinho. (Foto: Getty Images/Julian Finney)
London -

Hubungan Gareth Bale dengan Jose Mourinho tampak buruk saat keduanya bekerja sama di Tottenham Hotspur. Agen Bale, Jonathan Barnett buka suara.

Bintang sepakbola Wales itu bergabung Spurs secara pinjaman untuk musim 2020/2021. Bale kembali ke London Utara tujuh tahun setelah meninggalkan Tottenham untuk bergabung Real Madrid.

Sebanyak 16 gol dibuat Bale dalam 34 penampilan untuk Tottenham di seluruh kompetisi. Sedangkan 11 gol disumbangkan dia dalam 20 pertandingan Liga Inggris, torehan yang tidak buruk-buruk amat.

Meski demikian, Gareth Bale tidak benar-benar bisa mengamankan tempat di tim inti Spurs besutan Mourinho. Manajer Portugal itu bahkan beberapa kali mempertanyakan kebugaran Bale sehingga hubungan mereka diyakini memburuk.

Pada prosesnya, Jose Mourinho mesti meninggalkan kursi pelatih Tottenham jelang berakhirnya musim setelah dipecat. Barnett mengungkapkan, Bale dan Mourinho memiliki pandangan berbeda tentang sepakbola.

"Di Spurs, tidak ada perselisihan kok," ucap Barnett kepada the Mirror. "Saya rasa mereka hanya tidak memandang sepakbola dengan cara yang sama. Saya menjadi sangat diplomatis di sini. Sebut saja itu bukan kedatangan kembali ke sebuah klub yang terbaik dalam sejarah."

Pesepakbola berusia 32 tahun itu kini kembali ke Real Madrid di mana dia bereuni dengan pelatih Carlo Ancelotti. Bale berharap bisa moncer lagi karena di periode pertama Ancelotti, Bale begitu cemerlang setelah mengemas 40 gol dan 31 assist dalam 95 penampilan.

"Dia kembali ke Real Madrid dan dia langsung di tim inti. Sayang sekali dia merobek hamstringnya jadi dia butuh waktu lama untuk comeback. Sungguh disayangkan karena Carlo Ancelotti kembali sebagai manajer tapi dia malah cedera di musim ini," sahut Barnett mengenai Gareth Bale.



Simak Video "Prediksi Liverpool vs Arsenal Bersama Bigreds Balikpapan dan AIS Medan"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/aff)