Solskjaer Cuma Kasih Pelajaran Sejarah di Man United

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Selasa, 19 Okt 2021 11:25 WIB
SOUTHAMPTON, ENGLAND - AUGUST 22: Ole Gunnar Solskjaer, Manager of Manchester United acknowledges the fans after the Premier League match between Southampton and Manchester United at St Marys Stadium on August 22, 2021 in Southampton, England. (Photo by Ryan Pierse/Getty Images)
Ole Gunnar Solskjaer dituding tak punya rencana jelas buat Manchester United. (Foto: Getty Images/Ryan Pierse)
Jakarta -

Ole Gunnar Solskjaer disorot tajam karena Manchester United dinilai stagnan. Solskjaer dianggap tak punya rencana jelas dengan MU.

Manchester United kalah 2-4 dari Leicester City di Liga Inggris, Sabtu (16/10/2021) lalu. Itu adalah kekalahan keempat MU dalam tujuh laga terakhir di semua ajang, dengan hanya meraih dua kemenangan.

Hasil-hasil ini dianggap tak sesuai dengan profil MU yang skuadnya makin mentereng. Musim panas lalu 'Setan Merah' merekrut Jadon Sancho, Raphael Varane, dan Cristiano Ronaldo untuk menambah kualitas tim.

Mantan bek Liverpool yang kini jadi analis, Jamie Carragher, menyebut Solskjaer tak punya rencana atau ide jelas buat MU. Bahkan ketika manajer asal Norwegia itu bilang ingin mengembalikan MU ke permainan di era Sir Alex Ferguson, kenyataan di lapangan berkata lain.

"Apa sih gaya mainnya? Apa yang dia lakukan? Saya terus mendengar Ole Gunnar Solskjaer bicara soal Manchester United yang lampau, dengan serangan baliknya, mencetak gol-gol bagus, rasanya seperti pelajaran sejarah di Manchester United," ungkap Jamie Carragher dilansir Sky Sports.

"Dia bagian dari sejarah itu, menakjubkan memang. Tapi apa yang Solskjaer lakukan? Apa idenya? Saya tak melihatnya dalam hal rencana. Kalau saya kembali ke laga pertama Juergen Klopp, Adam Lallana ditarik keluar dan tertunduk bertumpu pada lengannya, kita tahu kenapa (kelelahan)."

"Thomas Tuchel di Chelsea, tiga bek, kita tahu itu soal apa. Laga pertama Pep Guardiola? Bek-bek sayap ada di posisi gelandang tengah, Anda bisa melihatnya, Anda bisa merasakannya."

"Nah Manchester United ini kadang menekan di areanya sendiri, kadang kala tak melakukannya. Ini tak dilatih di sesi latihan dan kalaupun iya, maka para pemain tidak memperhatikan," sambung mantan pemain tim nasional Inggris ini.

(raw/krs)