Guardiola Ngomong Begini, Sindir Newcastle United?

Afif Farhan - Sepakbola
Sabtu, 23 Okt 2021 17:40 WIB
SHEFFIELD, ENGLAND - MARCH 04: Pep Guardiola, Manager of Manchester City reacts prior to the FA Cup Fifth Round match between Sheffield Wednesday and Manchester City at Hillsborough on March 04, 2020 in Sheffield, England. (Photo by Alex Livesey/Getty Images)
Guardiola Ngomong Begini, Sindir Newcastle United? (Getty Images)
Manchester -

Newcastle United yang lagi jadi klub sultan itu, memecat manajer Stave Bruce. Pep Guardiola nggak kaget dengan hal semacam itu!

Newcastle United pekan lalu memecat manajernya, Steve Bruce. Itu disebabkan oleh performa The Magpies yang masih terjerembab di papan bawah Liga Inggris.

Namun tentu, Newcastle United mau merevolusi tim dengan cara mendatangkan manajer dan pemain-pemain top. Newcastle kini dimiliki oleh PIF, perusahaan konsorsium Pangeran Arab Saudi, Mohammed bin Salman dan punya banyak modal melimpah untuk belanja.

'Siklus' klub yang baru kaya setelah dimiliki bos baru dan mulai pecat-pecatin manajer bagi Pep Guardiola adalah hal yang biasa. Manajer Manchester City itu pun tidak kaget kalau Newcastle United cepat atau lambat akan menendang Steve Bruce.

"Manajer itu jadi pusat sasaran kritik kalau timnya tidak menang. Sesimpel itu," ungkapnya seperti dilansir dari Mirror.

"Saya juga diperlakukan sama, dipuji kalau menang trofi dan dicaci kalau kalah. Tapi itulah kehidupan saya dan saya menyukainya," tambahnya.

NEWCASTLE UPON TYNE, ENGLAND - FEBRUARY 29: Steve Bruce, Manager of Newcastle United looks on prior to the Premier League match between Newcastle United and Burnley FC at St. James Park on February 29, 2020 in Newcastle upon Tyne, United Kingdom. (Photo by Alex Livesey/Getty Images)Steve Bruce dipecat Newcastle United (Getty Images/Alex Livesey)

Di era sepakbola modern sekarang, klub-klub kaya sepertinya mau segala sesuatunya yang instan. Namun perlu digarisbawahi, kalau persaingan kompetisi terus meningkat.

Oleh sebab itu, Pep Guardiola menyebut banyak manajer dipuji karena menang trofi A dan trofi B. Akan tetapi, kesuksesan dan kegagalan suatu tim bukanlah tanggung jawab manajer atau pelatih semata, tapi seluruh komponen klub!

"Iya sih, manajer yang bertanggung jawab karena tiga hari sekali ngomong di depan media. Saya tegaskan, bukan saya yang bikin Manchester City sukses, tapi semua pihak di dalamnya," tutupnya.

(aff/nds)