Tiga Laga Penentu Nasib Solskjaer

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Selasa, 26 Okt 2021 11:08 WIB
Manchester Uniteds manager Ole Gunnar Solskjaer, right, hugs Manchester Uniteds Cristiano Ronaldo after the Champions League Group F soccer match between Manchester United and Atalanta at Old Trafford, Manchester, England, Wednesday, Oct. 20, 2021. (AP Photo/Dave Thompson)
Ole Gunnar Solskjaer cuma punya waktu tiga laga untuk menyelamatkan posisinya (AP/Dave Thompson)
Manchester -

Ole Gunnar Solskjaer diklaim punya tiga laga untuk menentukan nasibnya. Jika gagal juga, Solskjaer dipersilakan angkat kaki dari Manchester United.

Masa depan Solskjaer lagi dispekulasikan menyusul performa buruk MU awal musim ini. Kekalahan telak 0-5 dari rival berat Liverpool di Old Trafford seperti kian memuluskan Solskjaer menuju pintu keluar dari klub.

Wajar saja mengingat Solskjaer sudah diberikan amunisi kelas satu di musim panas lalu saat klub mendatangkan Jadon Sancho, Cristiano Ronaldo, dan Raphael Varane.

Maka dari itu, beberapa nama top mulai bermunculan untuk menggantikan Solskjaer. Sejauh ini Antonio Conte jadi kandidat terkuat.

Solskjaer sejauh ini memang belum menyerah dan masih yakin bertahan di kursi manajer. Manajemen klub di satu sisi juga masih bimbang antara mau memecatnya atau memberikan waktu lagi.

Menurut mantan kiper MU di era 90-an, Mark Bosnich, waktu Solskjaer kian sempit untuk menyelamatkan kursinya. Kini dia cuma punya tiga laga untuk membuktikan diri bahwa dia masih yang terbaik untuk jadi manajer Setan Merah.

Setelah ini, MU akan menghadapi Tottenham Hotspur 30 Oktober, Atalanta 3 November, dan Manchester City 6 November. Jika MU makin jeblok, maka Ole Gunnar Solskjaer siap-siap angkat kaki.

"Ini adalah bencana. Tak ada kata-kata lain yang cocok. Tak diragukan lagi bahwa ini adalah hari kelabu. Dia memang mantan rekan setim dan saya ingin dia tampil bagus, tapi saya rasa dia tidak bisa bilang lagi bahwa dia sosok yang tepat untuk klub ini," ujar Bosnich kepada Sky Sports.

"Jika performa buruk ini terus berlanjut, maka petinggi klub tidak punya pilihan lagi - kita tidak tahu apakah Manchester United sudah menghubungi pelatih lain untuk mengisi posisi tersebut," sambung pria yang memperkuat MU sedari 1999 hingga 2001 itu.

"Ada tidak laga sulit menunggu mereka - laga tandang ke Tottenham, Atalanta, dan Manchester City sebelum jeda internasional."

"Jika mereka kalah di tiga laga itu, yang mana itu mungkin saja terjadi, maka saya rasa tidak ada pilihan lain (selain memecat Ole)," tutup kiper asal Australia itu.

(mrp/ran)