Menanti Respons Liverpool Usai Tumbang dari West Ham

Putra Rusdi K - Sepakbola
Rabu, 10 Nov 2021 11:40 WIB
LONDON, ENGLAND - NOVEMBER 07: Trent Alexander-Arnold of Liverpool is consoled by Juergen Klopp, Manager of Liverpool following defeat in the Premier League match between West Ham United and Liverpool at London Stadium on November 07, 2021 in London, England. (Photo by Alex Pantling/Getty Images)
Menanti respon Liverpool usai ditumbangkan West Ham United (Foto: Getty Images/Alex Pantling)
Liverpool -

Juergen Klopp tak terlalu risau Liverpool kalah dari West Ham United. Menurutnya, ini adalah hal yang wajar. The Reds harus merespon kekalahan ini dengan baik.

Liverpool tumbang 2-3 di markas West Ham United, Olimpic Stadium, London, pada laga peka ke-11 Liga Inggris, Minggu (7/11/2021). Gawang The Reds harus kebobolan akibat gol bunuh diri Alisson Becker, torehan Pablo Fornals, dan Kurt Zouma. Tim tamu hanya mampu membalas dari gol Trent Alexander-Arnold dan Divock Origi.

Kekalahan ini membuat Liverpool gagal mendekati Chelsea di urutan teratas klasemen. Liverpool melorot ke urutan keempat dengan 22 poin tertinggal empat angka dari The Blues.

Meski demikian, manajer Liverpool, Juergen Klopp, tak terlalu risau dengan kekalahan ini. Ia menilai kekalahan ini adalah hal yang wajar.

Pasalnya, Klopp merasa Liga Inggris saat ini semakin ketat tak seperti musim-musim sebelumnya kala Liverpool hanya bersaing dengan Man City untuk juara. Pria asal Jerman ini mengatakan bahwa tim-tim besar semacam Liverpool dan Man City bisa saja kalah sewaktu-waktu saat ini.

Menurut Klopp yang terpenting saat ini Liverpool harus merespon kekalahan atas The Hammers ini dengan baik. Si Merah bakal berusaha untuk memperbaiki diri agar tampil lebih baik lagi.

"Liga semakin kompetitif dan semakin sulit untuk mendapatkan 99 atau 97 poin. Itu logis," ujar Klopp dikutip dari Mirror.

"Tim akan kalah dalam pertandingan... sama halnya dengan City dan yang lainnya. Tidak ada yang bisa memutuskan - hal-hal ini bisa terjadi dan kita semua akan memiliki masalah yang sama, itu jelas."

"Anda harus melewati periode-periode ini dan melanjutkan, memperbaikinya, melanjutkan, memperbaikinya. Ada pola pikir khusus yang dibutuhkan dan itulah yang kami pikir kami miliki, tetapi itu tidak kami tunjukkan," jelasnya.

(pur/bay)