Segera ke MU, Rangnick Dulu Tolak Jadi Manajer Interim Chelsea

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Jumat, 26 Nov 2021 01:10 WIB
GRIMMA, SAXONY - JULY 20:  Headcoach Ralf Rangnick of Leipzig during the Pre Season Friendly Match between FC Grimma and RB Leipzig at Stadium of friendship on July 20, 2018 in Grimma, Germany.  (Photo by Karina Hessland/Getty Images)
Ralf Rangnick pernah menolak tawaran sebagai pelatih Chelsea di awal tahun ini. (Foto: Getty Images/Karina Hessland)
Jakarta -

Ralf Rangnick dikabarkan setuju menjadi manajer interim Manchester United. Namun, Rangnick pernah menolak tawaran serupa dari Chelsea pada awal tahun ini.

Pelatih kawakan Jerman itu bersedia memutus kontraknya sebagai direktur olahraga Lokomotiv Moskow demi menukangi MU. Rangnick disebut-sebut menyepakati kontrak selama enam bulan sebagai manajer interim Setan Merah, kemudian menjabat sebagai konsultan tim selama dua tahun setelah masa jabatannya berakhir.

itu berarti MU akan menjadi klub pertama yang dilatih Rangnick sejak meninggalkan RB Leipzig pada 2019. Akan tetapi, Rangnick sesungguhnya punya kesempatan untuk kembali ke dug out lebih cepat.

Pada Januari lalu, Chelsea mengajukan tawaran kepada Ralf Rangnick untuk mengisi posisi pelatih interim menggantikan Frank Lampard setelah dipecat. Akan tetapi, tawaran tersebut ditolak Rangnick karena tak mau bekerja dengan waktu singkat.

"Saya mengatakan: 'Saya akan senang datang dan bekerja dengan Anda, tapi saya tidak bisa melakukannya selama empat bulan. Saya bukanlah seorang pelatih interim. Pada media dan para pemain Anda akan menjadi 'manajer empat bulan'," sungut Ragnick dalam wawancaranya dengan the Times, Februari 2021.

Setelah ditolak Rangnick, Chelsea mengalihkan bidikan kepada Thomas Tuchel dan diterima. Penunjukan Tuchel berakhir sukses karena si Biru kemudian sukses memenangi Liga Champions dan menjadi pemuncak klasemen Liga Inggris musim ini.

"Kalau Anda menyaksikan Chelsea sekarang Anda melihat sebuah rencana mutual terkait kapan mereka harus menguasai bola atau lawan yang menguasai bola. Level taktik Thomas itu menakjubkan," kata dia.

"Zsolt Low [asisten Tuchel] dulunya adalah pemain saya dan asisten pelatih di Leipzig dan memainkan sebuah peran vital sebagai staf dia. Dan Anda bisa melihat dari cara dia berinteraksi dengan para pemainnya, Thomas juga memiliki kemampuan memimpin yang hebat. Menunjuk dia adalah solusi terbaik. Saya hanya bisa menyelamati Thomas dan Chelsea atas pilihan itu," lugas Rangnick yang kini segera menangani Man Utd.

(rin/pur)