Cerita Willian: Baru 3 Bulan di Arsenal, Langsung Ingin Cabut

Yanu Arifin - Sepakbola
Selasa, 21 Des 2021 06:00 WIB
LEICESTER, ENGLAND - FEBRUARY 28: Willian of Arsenal looks on during the Premier League match between Leicester City and Arsenal at The King Power Stadium on February 28, 2021 in Leicester, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Tim Keeton - Pool/Getty Images)
Willian mengaku tak bahagia di Arsenal. (Foto: (Getty Images/Pool)
Sao Paulo -

Willian punya karier tak mulus di Arsenal. Winger asal Brasil itu mengaku merasa tak bahagia saat baru tiga bulan bersama.

Willian meninggalkan Chelsea Agustus tahun lalu. Ia kemudian menyebrang ke klub rival, Arsenal.

Di Arsenal, Willian dikontrak selama tiga tahun. Namun, ia tak menjalani kontraknya secara penuh.

Willian cuma semusim di Arsenal. Ia membela Meriam London pada musim 2020/2021, dan tampil 37 kali serta bikin satu gol. Kemudian, ia memutus kontraknya lalu pindah ke Corinthians.

Dalam channel Youtube milik Rio Ferdinand, Five, Willian bercerita bagaimana ia meninggalkan Arsenal. Pemain yang sukses di Chelsea itu mengaku tak bahagia setelah tiga bulan bergabung.

"Saya tak senang, tak bahagia. Itulah mengapa saya tidak tampil bagus. Saya tak ingin menjelaskannya lebih rinci," katanya.

"Ketika saya datang, saya senang. Saya termotivasi, ingin melakukan yang terbaik, bersama klub baru, rekan baru, proyek baru..."

"Tapi setelah tiga bulan, saya bilang ke agen: 'Saya ingin pergi. Saya tak ingin bicara hal buruk tentang klub, sebab ini adalah klub besar. Arsenal punya sejarah besar," ungkapnya.

Lebih lanjut, Willian mengaku tidak menyesal kehilangan bayarannya, yakni senilai dua tahun gaji, karena meninggalkan Arsenal. Ia menyebut uang bukan segalanya.

"Di sepakbola, pemain besar juga pernah main di sana. Tapi itu tidak berpengaruh. Itu tidak berhasil. Itu situasi paling sulit sepanjang karier saya," kata Willian.

"Itu uang paling besar yang pernah saya serahkan. Namun, uang bukan yang terpenting. Saya pikir Anda berhak bahagia, mendapatkan kesenangan setiap hari sejak bangun tidur untuk berlatih. Saya tidak memilikinya."

"Jadi saya bilang ke diri sendiri, dan keluarga saya, saya tak bisa di sini. Saya tidak bahagia. Saya harus pergi, mencari jalan keluar, meninggalkan klub. Karena jika bertahan, saya akan tetap sama. Tak adil rasanya jika tetap tinggal hanya karena uang," jelas pemain berusia 33 tahun itu.

(yna/rin)