Bos Wasit Minta Maaf ke Lampard, Everton Dirugikan VAR Lawan Man City

Kris Fathoni W - Sepakbola
Rabu, 02 Mar 2022 18:20 WIB
Evertons head coach Frank Lampard applauds to supporters at the end of the English Premier League soccer match between Everton and Manchester City at Goodison Park in Liverpool, England, Saturday, Feb. 26, 2022. (AP Photo/Jon Super)
Frank Lampard. Foto: AP/Jon Super
Jakarta -

Ada kontroversi VAR ketika Everton kalah 0-1 dari Manchester City. Bos otoritas wasit kini dilaporkan minta maaf ke Frank Lampard dan bos Everton yang sudah dirugikan di laga tersebut.

Di laga tersebut, Everton tengah berusaha menyamakan kedudukan ketika Rodrigo terlihat menyentuh si kulit bundar di kotak terlarang.

Namun, wasit Paul Tierney yang memimpin pertandingan tidak melihat kejadian itu. Pada prosesnya Chris Kavanagh yang menangani VAR memutuskan tidak ada cukup bukti bahwa bola mengenai lengan pemain tengah Man City tersebut.

Keputusan itu sekaligus memupus peluang Everton untuk mendapatkan tendangan penalti, yang bisa saja dikonversi untuk bikin gol penyama skor. Padahal buat the Toffees, satu poin jadi sedemikian berharga demi menjauhi zona degdradasi.

Kini, seperti dilaporkan ESPN, Mike Riley selaku pimpinan Professional Game Match Officials Limited (PGMOL) yang menaungi dan melakukan penunjukan wasit-wasit di Liga Inggris ternyata sudah minta maaf.

Sumber ESPN mengungkap, Mike Riley secara pribadi sudah menelepon Bill Kenwright selaku chairman Everton. Ada pula Manajer Everton Frank Lampard yang dikontak. Riley minta maaf dan mengakui VAR sudah membuat kesalahan.

Lampard, yang menggantikan Rafael Benitez sebagai manajer Everton di bulan Januari, memang geram benar usai peluit akhir berbunyi di laga akhir pekan lalu itu.

"Tak ada keraguan, tak pakai mungkin-mungkin," kata Frank Lampard pada saat itu, soal handball dan penalti buat timnya.

"Keputusannya luar biasa, luar biasa, dan itu merampas peluang kami untuk mendapatkan hasil yang layak. Itu adalah keputusan VAR. Itu (wewenang) Chris Kavanagh. Aku sudah bicara ke wasit dan mereka tahu itu adalah penalti. Yang jadi pertanyaan saat itu hanyalah apakah ada offside dan pada nyatanya tidak ada."

"Kami kehilangan satu poin karena satu orang yang tidak melakukan pekerjaannya. Saya terus bertanya-tanya mencari jawaban kenapa bisa begitu, tapi tak kunjung menemukan. Kekeliruan itu sungguh memperlihatkan ketidakmampuan."

(krs/cas)