Bisakah Lampard Selamatkan Everton dari Degradasi?

Adhi Prasetya - Sepakbola
Selasa, 08 Mar 2022 10:30 WIB
Evertons head coach Frank Lampard watches play during the English Premier League soccer match between Tottenham Hotspur and Everton at Tottenham Hotspur Stadium in London, Monday, March 7, 2022. (AP Photo/Ian Walton)
Lampard baru meraih satu kemenangan di Liga Inggris bersama Everton. Foto: AP/Ian Walton
Jakarta -

Frank Lampard masih belum bisa membawa Everton lepas dari ancaman degradasi. Bisakah manajer 43 tahun itu menjawab tantangan ini?

Sejak ditunjuk melatih Everton pada 31 Januari lalu, Lampard baru memberi satu kemenangan untuk The Toffees dalam lima laga Premier League. Bukan catatan bagus untuk sebuah permulaan.

Newcastle United (1-3), Southampton (0-2), Manchester City (0-1), dan terbaru dari Tottenham Hotspur (0-5) adalah sederet kekalahan Everton di liga bersama Lampard. Satu-satunya kemenangan adalah saat menumpas Leeds United 3-0.

Catatan itu diperburuk dengan kenyataan bahwa Everton gagal melepaskan satu pun shot on goal di dua laga tandang terakhir, tepatnya melawan Soton dan Tottenham. Performa buruk ini berbanding lurus dengan catatan gol para striker.

Top skor sementara mereka musim ini di Liga Inggris adalah Demarai Gray yang baru mencetak lima gol, sisanya di bawah itu. Tak heran bila kini Everton ada di posisi 17 klasemen sementara Liga Inggris dengan 22 poin dari 25 laga.

Lampard pun sadar dengan tugas berat di pundaknya sejak datang ke Goodison Park, namun ia yakin bisa mengantar Everton lolos dari jurang degradasi. Itu dikatakan seusai disikat Tottenham pada Selasa (8/3) dini hari WIB.

"Saya percaya diri, tapi itu tak berarti apapun. Saya tak datang ke sini dengan membawa tongkat ajaib. Tapi saya yakin (bisa lolos dari degradasi), itu sebabnya saya ada di sini (pelatih Everton)," kata Lampard, dikutip Sky Sports.

"Perasaan di klub ini ketika saya datang adalah klub ini mungkin akan terdegradasi, itu yang dirasakan di kota ini, dan menjadi tugas saya mengubah pikiran itu, dan saya pikir sudah berubah sekarang. Tapi ini adalah ujian untuk melaluinya," jelas Lampard.

Everton masih menyisakan 13 laga lagi, namun beberapa di antaranya harus menghadapi tim-tim besar yang sedang berjuang ke Liga Champions musim depan, seperti West Ham United, Manchester United, Chelsea, dan Arsenal.

Selain itu masih ada laga-laga menghadapi tim-tim yang juga tengah berjuang bertahan di Liga Inggris, seperti Newcastle United, Watford, hingga Brentford. Betul-betul sebuah tantangan berat yang menanti Lampard.

Jika berhasil, maka itu akan meningkatkan reputasinya sebagai pelatih muda berkualitas. Namun jika gagal, maka jalannya menuju status pelatih top bisa semakin berat.

(adp/krs)