MU Makin Ambyar, Gary Neville Memohon Pemilik Klub Hengkang

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Kamis, 21 Apr 2022 03:20 WIB
Manchester Uniteds Marcus Rashford, left, and Manchester Uniteds Bruno Fernandes, right, gesture as Liverpools Mohamed Salah celebrates with his teammates after scoring his sides second goal during the English Premier League soccer match between Liverpool and Manchester United at Anfield stadium in Liverpool, England, Tuesday, April 19, 2022. (AP Photo/Jon Super)
Manchester United dihajar Liverpool 0-4 di Anfield. (Foto: AP/Jon Super)
Jakarta -

Manchester United kembali dihajar Liverpool, dengan kans finis empat besar kini makin sulit saja. Gary Neville menyatakan sudah waktunya ada perubahan di klub.

Manchester United kalah telak 0-4 dari Liverpool di Anfield, Rabu (20/4/2022) dini hari WIB dalam lanjutan Liga Inggris. Sebelumnya mereka dihajar 0-5 oleh lawan yang sama di Old Trafford pada pertemuan pertama.

Jika dirunut, Manchester United sudah tak pernah menang atas Liverpool di Premier League sejak Maret 2018 silam. 'Setan Merah' delapan kali berhadapan dengan sang rival bebuyutan hingga saat ini dan menelan lima kekalahan, kebobolan 21 gol dan mencetak tujuh gol.

Makin telaknya kekalahan dari Liverpool ini dianggap mantan kapten Man United Gary Neville sebagai tanda kuat, bahwa mereka tak ke mana-mana dan justru menurun. Selepas kepergian Sir Alex Ferguson pada 2013, MU tak bisa menemukan solusi apapun.

"Akan mudah untuk menyerang para pemain dan saya sudah cukup melakukannya, karena mereka mesti bertanggung jawab. Terkadang Anda menunjuk para manajer yang dimiliki Manchester United musim ini, tapi Anda mesti mulai melihat ke atas ketika ada kegagalan yang berulang selama periode 10 tahun," ujar Gary Neville dalam siniarnya, seperti dilansir Sky Sports.

Bekas bek kanan itu menyoroti bagaimana keluarga Glazers, yang memiliki Manchester United, tanpa malu-malu menguras duit klub dengan menarik dividen terus menerus. Padahal klub di saat yang sama terlihat jelas butuh suntikan dana untuk bersaing di level tertinggi.

"Dengan hormat, jangan ambil uang dari sebuah bisnis ketika aktivitas intinya sedang gagal, ketika stadion butuh ratusan juta, tempat latihannya perlu gelontoran dana, ketika timnya butuh uang, ketika mereka butuh manajer yang dibayar dengan gaji besar untuk bersaing dengan Klopp, Guardiola, dan Tuchel," sambungnya.

"Jangan ambil uang dulu dari klub itu. Orang-orang ini melakukannya dan itu sebabnya mereka mesti pergi. Kulturnya ditetapkan dari hierarki teratas. Ada sesuatu yang busuk."

"Ini sudah jadi 10 tahun yang penuh dengan keputusan buruk, kegagalan berulang, kurangnya investasi ke stadion. Mereka berinvestasi ke tim sepakbolanya, saya akui, tapi bukan dengan uang mereka sendiri," tandas Gary Neville.



Simak Video "Deretan Meme Kocak MU Babak Belur Dibantai Liverpool"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/nds)