ADVERTISEMENT

Piala Liga Inggris Tak Akan Dihapus meski Jadwal Kompetisi Makin Padat

Adhi Prasetya - Sepakbola
Selasa, 10 Mei 2022 22:40 WIB
LONDON, ENGLAND - FEBRUARY 27: Fabinho of Liverpool celebrates with The Carabao Cup trophy following their sides victory during the Carabao Cup Final match between Chelsea and Liverpool at Wembley Stadium on February 27, 2022 in London, England. (Photo by Michael Regan/Getty Images)
Liverpool, juara terbaru Piala Liga Inggris. Foto: (Getty Images/Michael Regan)
Jakarta -

Ajang Piala Liga Inggris tak akan dihapus meski mendapat tekanan dengan adanya format baru Liga Champions. Hanya saja, ada opsi untuk mengurangi jumlah laga yang dimainkan.

UEFA diketahui berencana mengubah format Champions League mulai tahun 2024. Jumlah tim peserta akan ditambah dari 32 menjadi 36 tim, dan laga penyisihan grup akan ditambah dari enam laga menjadi 8-10 pertandingan.

Ada kemungkinan kesepakatan itu akan diresmikan dalam rapat UEFA yang digelar pekan ini. Jika sudah begitu, jadwal pertandingan klub-klub besar Eropa, terutama Inggris, akan semakin padat.

Sebab, tim-tim kasta teratas sepakbola Inggris memiliki tiga agenda kompetisi domestik di setiap musim, mulai dari liga, lalu Piala FA, dan terakhir Piala Liga Inggis atau juga disebut Carabao Cup. Popularitas turnamen yang terakhir jelas kalah dibanding dua yang pertama.

Oleh sebab itu, muncul pertanyaan apakah ada kemungkinan Piala Liga Inggris akan dihapus, seperti halnya Piala Liga Prancis (Coupe de la Ligue) yang tak lagi digelar setelah edisi 2020 demi mengurangi kepadatan agenda sepakbola Prancis.

Namun Rick Parry, Chairman Football League yang merupakan operator Piala Liga Inggris menegaskan kompetisi tersebut tak akan dihapus. Meski begitu, ia terbuka dengan opsi perubahan format demi mengakomodasi jadwal untuk turnamen lain.

PSG's players celebrate after winning the French League Cup soccer final match between Paris Saint Germain and Lyon at Stade de France stadium, in Saint Denis, north of Paris, Friday, July 31, 2020. (AP Photo/Francois Mori)PSG menjadi juara terakhir Piala Liga Prancis, yang sudah disetop sejak 2020. Foto: AP/Francois Mori

"Kami realistis saja. Kami tahu betul 2024 akan datang. UEFA tidak begitu suka dengan Piala Liga. Kami memang terbilang unik dalam kaitannnya dengan liga-liga besar di Eropa," kata Parry kepada BBC.

"Saya pikir masa depan kompetisi ini tak berada dalam ancaman. Tapi ini soal apakah kami melihat jadwal kompetisinya. Apakah kami, misalnya, harus mempertimbangkan format semifinal menjadi satu partai saja. Apakah kami harus melihat tim-tim yang akan tampil di Eropa."

"Jika diskusi soal masa depan Piala Liga Inggris menjadi bagian dari diskusi yang lebih luas soal redistribusi atau tata kelola, tak masalah. Tapi hal ini tak bisa dilakukan secara terpisah, harus menjadi bagian dari pembahasan keseluruhan," jelas Parry.

Berbeda dengan Piala FA yang diikuti lebih dari 700 klub baik profesional maupun amatir, Piala Liga Inggris hanya diikuti oleh tim-tim dari empat divisi teratas Inggris saja (92 klub), sehingga level kompetisinya di bawah Piala FA.

Total hadiah juaranya pun amat jomplang. Per 2022, pemenang final Piala Liga Inggris 'hanya' mendapat 100 ribu Pound, sedangkan pemenang final Piala FA (khusus hadiah final, tanpa menghitung uang yang didapat di fase sebelumnya) mendapat hampir 2 juta Pound.

(adp/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT