Conte Tak Merasa Gagal Andai Tottenham Finis di Luar Empat Besar

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Rabu, 11 Mei 2022 12:00 WIB
Tottenhams head coach Antonio Conte gestures during the English Premier League soccer match between Liverpool and Tottenham Hotspur at Anfield stadium in Liverpool, England, Saturday, May 7, 2022. (AP Photo/Jon Super)
Antonio Conte tidak merasa gagal andai Tottenham Hotspur finis di luar empat besar (Foto: AP/Jon Super)
London -

Antonio Conte menilai finis di luar empat besar bukan kegagalan untuk Tottenham Hotspur. Conte menyadari sulitnya situasi Tottenham saat ia datang.

Conte ditunjuk sebagai manajer Tottenham pada awal November lalu. Pria asal Italia itu menggantikan Nuno Espirito Santo yang dipecat.

Tottenham kala itu berkutat di papan tengah menyusul serangkaian hasil buruk di Premier League. Mereka menghuni peringkat kesembilan klasemen Liga Inggris.

Pada prosesnya, Conte perlahan membawa Harry Kane dkk. mendaki klasemen. Kini mereka jadi salah satu tim yang bersaing memperebutkan tiket Liga Champions.

Tottenham kini menempati peringkat kelima klasemen Liga Inggris dengan 62 poin dan terpaut empat angka dari Arsenal yang ada di posisi keempat dengan tiga laga tersisa. Andai Tottenham gagal finis di empat besar, Conte tidak akan menganggapnya sebagai sebuah kegagalan.

"Secara pribadi, dalam pikiran saya, ketika saya memutuskan untuk memimpin Tottenham, saya tahu dengan sangat baik situasi yang saya hadapi saat itu," ujar Conte seperti dilansir Metro.

"Tim mungkin di posisi kesembilan di klasemen dengan hanya 15 poin tapi dalam 15 poin ini, sembilan didapat di tiga pertandingan pertama dan enam poin di tujuh laga berikutnya."

"Saya tahu persis situasinya tidak bagus dan hanya orang gila yang bisa membayangkan kami akan bersaing untuk tiket Liga Champions dengan dua laga tersisa."

Tottenham selanjutnya akan menjamu Arsenal, Jumat (13/5/2022) dini hari WIB. Jika kalah dalam laga derby London Utara itu, maka Tottenham dipastikan tidak akan finis di empat besar.

"Klub tidak meminta saya untuk mengejar posisi di Liga Champions atau Liga Europa. Mereka menunjuk saya untuk mencoba memperbaiki situasi," lanjut Conte.

"Sekarang kami harus bangga karena setelah musim yang sulit dalam banyak aspek, kami ada di persaingan ini. Menurut saya, dalam pikiran saya, ketika saya tidak menang itu berarti kegagalan, karena saya terbiasa bertarung untuk sesuatu yang penting, punya peluang, ya punya peluang untuk bersaing dengan tim lain untuk meraih trofi dan gelar."

"Tapi ketika saya tiba di Tottenham, saya yakin situasinya sangat, sangat sulit. Saya mencoba memperbaiki, bukan mencoba, saya bekerja, bekerja sangat keras bersama staf dan para pemain saya untuk memperbaiki tim dan menciptakan sesuatu, menciptakan basis dan saya kira kami melakukannya," kata Conte.

(nds/bay)