Maafkan Ralf Rangnick, Manchester United

Afif Farhan - Sepakbola
Minggu, 22 Mei 2022 16:00 WIB
Manchester Uniteds manager Ralf Rangnick prior to the English Premier League soccer match between Manchester United and Burnley at Old Trafford in Manchester, England, Thursday, Dec. 30, 2021. (AP Photo/Rui Vieira)
Maafkan Ralf Rangnick, Manchester United (AP)
Manchester -

Manchester United hancur lebur musim ini, sekaligus nihil gelar. Manajer Ralf Rangnick mengaku dirinya tidak cukup bagus.

Manchester United kini harus berjuang untuk dapatkan tiket ke Liga Europa di pekan terakhir ke-38 Liga Inggris. Setan Merah sementara berada di peringkat keenam Klasemen Liga Inggris dengan 58 poin, di bawahnya West Ham United dengan 56 poin.

Manchester United pun torehkan beberapa rekor buruk. MU raih perolehan poin paling sedikit semusim sampai rekor kebobolan terbanyak!

BRIGHTON, ENGLAND - MAY 07: Cristiano Ronaldo of Manchester United walks off after the Premier League match between Brighton & Hove Albion and Manchester United at American Express Community Stadium on May 07, 2022 in Brighton, England. (Photo by Manchester United/Manchester United via Getty Images)MU jalani musim terburuknya (Getty Images)

Manajer Ralf Rangnick mengaku memang Manchester United begitu terpuruk musim ini dan dirinya merasa bersalah. Rangnick gagal berikan polesan terbaik dengan hanya 11 kali menang dari 28 pertandingan di seluruh kompetisi.

"Saya seharusnya melakukan lebih baik. Saya berharap saya dan staf pelatih saya dapat mengembangkan tim ini dengan cara yang lebih berkelanjutan," tegasnya dilansir dari Mirror.

"Tim saya tidak pernah mendekati permainan yang agresif dan proaktif. Untuk memainkan sepakbola seperti itu, Anda membutuhkan semua pemain dalam kondisi terbaik mereka," lanjutnya.

Ralf Rangnick mengaku sudah melakukan pekerjaan sebaik mungkin. Apa daya, dirinya berpacu dengan waktu alias tidak punya kesempatan beradaptasi lebih.

"Kami tidak punya kesempatan selayaknya pramusim. Kami selalu berpikir dari satu pertandingan dan dari satu minggu ke minggu lainnya," ungkap Rangnick.

"Tapi sekali lagi, itu tidak bisa jadi alasan. Kami semua bisa dan seharusnya melakukan yang lebih baik, termasuk saya dan staf pelatih saya," tutupnya.

(aff/raw)