Erik ten Hag Latih MU, Ini Harapan Mourinho

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Rabu, 25 Mei 2022 14:40 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - APRIL 16: Cristiano Ronaldo of Manchester United prepares to take a free kick during the Premier League match between Manchester United and Norwich City at Old Trafford on April 16, 2022 in Manchester, England. (Photo by Naomi Baker/Getty Images)
Jose Mourinho mendukung MU sukses di bawah Erik ten Hag. (Foto: Getty Images/Naomi Baker)
Tirana -

Manchester United akan memulai era baru di bawah arahan Erik ten Hag. Jose Mourinho berharap MU akan bisa kembali kompetitif seperti dulu.

Ten Hag ditunjuk sebagai manajer permanen baru Setan Merah mulai 2022/2023. Tugas berat menanti pelatih Belanda itu setelah MU nirgelar juara selama lima musim berturut-turut, sekaligus menyelesaikan liga dengan rekor terburuk (58 poin) dalam sejarah klub di Premier League.

Sebagai langkah awal pembenahan, Ten Hag dikabarkan akan melepas sejumlah pemain MU seperti Anthony Martial, Eric Bailly, Dean Henderson, Phil Jones, dan Aaron Wan-Bissaka. Adapun pemain-pemain yang dilepas karena kontraknya habis adalah Edinson Cavani, Nemanja Matic, Jesse Lingard, dan Paul Pogba.

Selain itu Ten Hag menginginkan beberapa amunisi baru. Manchester United sedang berusaha mendatangkan Frenkie de Jong (Barcelona), Darwin Nunez (Benfica), Jurrien Timber (Ajax), dan Pau Torres (Villarreal).

Jose Mourinho memenangi Community Shield, Piala Liga, dan Liga Europa dengan MU pada 2016/17, yang menandai terakhir kalinya MU mengangkat trofi juara. Mourinho kemudian diberhentikan di akhir 2018 untuk digantikan Ole Gunnar Solskjaer.

Tidak lama berselang, Mourinho mengungkapkan bahwa membawa MU finis kedua di 2017/18 merupakan salah satu pencapaian terbesar di dalam kariernya. Pelatih berusia 59 tahun itu masih kukuh dengan pendapatnya tersebut karena toh selanjutnya MU masih berantakan. Meski demikian, Mourinho meyakini mentalitas dan organisasi klub harus berubah supaya Erik ten Hag bisa mendatangkan kesuksesan.

"Pastinya, koneksi Inggris saya itu Chelsea, begitulah saya melihat diri saya sendiri, seorang Chelsea," ucap pelatih, yang kini membesut AS Roma itu kepada BT Sport. "Dua periode di Chelsea, enam tahun."

"Tapi di Manchester United, suporternya itu istimewa. Ada banyak orang baik di dalam klub, bukan saya senang karena benar. Saya tidak senang karena benar, saya akan senang karena salah. Tapi saya sudah tahu karena saya benar. Hal pertama yang harus anda ubah ketika banyak hal tidak berjalan dengan tepat adalah mentalitas dan organisasinya, dan itu tidak terjadi."

"Saya sudah tahu bahwa dengan saya pergi tidak akan menyelesaikan situasinya. Saya sudah tahu hal itu, sayang sekali. Saya sungguh mengharapkan mereka yang terbaik, saya mengharapkan yang terbaik dan mudah-mudahan mereka berhasil," Mourinho mengatakan tentang era baru Manchester United bersama Erik ten Hag.



Simak Video "Atalanta Vs MU: Ronaldo-Cavani Duet Lagi?"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/aff)