ADVERTISEMENT

Eriksen Bisa Jadi Panutan Pemain MU agar Tak Star Syndrome

Putra Rusdi K - Sepakbola
Rabu, 06 Jul 2022 06:00 WIB
BRENTFORD, ENGLAND - APRIL 10: Christian Eriksen of Brentford crosses the ball during the Premier League match between Brentford and West Ham United at Brentford Community Stadium on April 10, 2022 in Brentford, England. (Photo by Chloe Knott - Danehouse/Getty Images)
Christian Eriksen bisa jadi panutan untuk para pemain MU (Foto: (Getty Images)
Manchester -

Christian Eriksen dianggap punya mental yang luar biasa sebagai pesepakbola. Ia bisa jadi panutan untuk para pemain Manchester United agar tak star syndrome.

Eriksen dilaporkan mendekat ke MU. Gelandang asal Denmark tersebut saat ini berstatus free transfer usai kontraknya dengan Brentford habis akhir Juni lalu.

Brentford sebelumnya memberi kesempatan Eriksen untuk comeback bermain pasca insiden serangan jantung di Piala Eropa 2020. The Bees hanya mengikat Eriksen kontrak jangka pendek selama enam bulan.

Meski begitu, Eriksen mampu memberi kontribusi cukup baik di Brentford dengan sumbangan satu gol dan empat assist dalam 11 laga. Torehan tersebut membuktikan bahwa Eriksen punya mental yang sangat luar biasa untuk bisa bangkit usai mengalami situasi sulit.

Mentalitas yang dimiliki Eriksen ini, menurut mantan kiper MU Anders Lindegaard sangat dibutuhkan oleh Setan Merah. Lindegaard yang juga berasal dari Denmark menyebut Eriksen ini bisa menjadi panutan untuk para pemain MU agar tak star syndrome.

Lindegaard menilai Eriksen punya mental yang sangat baik untuk fokus sepenuhnya pada sepakbola. Ia tak mudah silau dengan sorotan media.

Persoalan mental memang disebut melanda MU di musim lalu. Banyak pemain dianggap bermental diva. Hal ini bikin mereka tak bermain untuk tim hingga MU hanya finis di peringkat keenam di Liga Inggris, padahal punya materi pemain yang sangat baik

"Christian memiliki mentalitas yang lain; mentalitas yang sangat cocok untuk United. Dia tidak bermain sepak bola untuk ketenaran, uang, gaya hidup mewah, atau pamer," ujar Lindegaard dikutip dari Manchester Evening News.

"Christian ada di sepakbola karena kecintaannya pada pertandingan - dengan cara yang tidak orang lain melakukannya. Karena alasan itu, dia sangat cocok di United. Di lihat dari luar, klub telah berubah dengan banyak pemain bermental diva.

"Banyak pemain yang memiliki banyak pengikut di media sosial - dan Anda merasakan bahwa menjadi bagian dari Manchester United adalah bagian dari mendapatkan lebih banyak perhatian dan personal branding.Christian datang sebagai karakter yang sama sekali berbeda. Dia tidak peduli tentang pengikut di media sosial," ungkapnya menambahkan.

(pur/raw)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT