ADVERTISEMENT

Apa Iya Pemain-pemain Man City Kurang Dihargai?

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Kamis, 11 Agu 2022 14:20 WIB
LEICESTER, ENGLAND - JULY 30: Bernardo Silva of Manchester City during The FA Community Shield match between Liverpool and Manchester City at The King Power Stadium on July 30, 2022 in Leicester, England. (Photo by Matthew Ashton - AMA/Getty Images)
Bernardo Silva merasa pemain-pemain Manchester City kurang dihargai. (Foto: Getty Images/Matthew Ashton - AMA)
Manchester -

Bernardo Silva merasa pemain-pemain Manchester City tak mendapatkan kredit yang layak. Padahal Man City mendominasi Liga Inggris dalam beberapa tahun terakhir.

The Citizens menjadi penguasa sepakbola Inggris setelah memenangi Premier League empat kali dalam lima musim terakhir. Meskipun Man City mendulang sukses besar, namun hal itu tidak dibarengi dengan pengakuan dalam bentuk penghargaan. Pada daftar PFA Team of the Year 2022 hanya ada tiga pemain si Biru Langit, yaitu Joao Cancelo, Bernardo Silva, dan Kevin de Bruyne.

Sedangkan runner-up Liverpool justru menyumbang pemain terbanyak (6); Alisson, Trent Alexander-Arnold, Virgil van Dijk, Thiago Alcantara, Sadio Mane, dan Mohamed Salah. Bahkan Manchester United yang terpuruk di posisi enam pun mengirim Cristiano Ronaldo masuk ke dalam daftar, dan satu sisanya diisi oleh Antonio Ruediger, saat masih berkostum Chelsea. Sementara itu penghargaan manajer terbaik jatuh ke tangan Juergen Klopp, bukannya Pep Guardiola.

Meski demikian, Man City toh menjadi tim dengan wakil terbanyak di PFA Team of the Year, dan Guardiola memenangi penghargaan manajer terbaik tiga kali sebelum edisi yang terakhir. Bagaimanapun Bernardo Silva tetap merasa timnya dinilai berbeda ketimbang tim-tim lain.

"Dari suporter Man City, pastinya demikian. Aku merasakan dukungan besar, dan mereka menunjukkan penghargaan besar atas apa yang aku lakukan," ungkap dia kepada ESPN. "Tapi dari luar, sulit. Aku bukannya mengeluh, tapi aku merasa sepertinya klub-klub lain mendapatkan penghargaan lebih besar daripada Man City meski pencapaiannya kurang."

"Sebagai contoh, ketika aku masih di Benfica - sebuah klub yang sangat besar di Portugal dengan lebih banyak fans, lebih banyak segalanya - anda melakukan sesuatu hal yang menyenangkan dan mereka membuat hal itu terlihat hebat. Di sini di Man City, anda melakukan sesuatu yang hebat dan mereka membuatnya terlihat sekadar bagus saja."

"Lagi, aku bukannya mengeluh, tapi bermain di Premier League dan memenangi empat titel juara dalam lima musim, dan memeriksa Premier League Team of the Year setiap musimnya dan mengetahui bahwa kami bukanlah tim dengan pemain terbanyak," sambur dia.

"Kami tidak memiliki manajer terbaik, tidak memiliki pemain terbaik, tapi masih memenangi empat Premier League dari lima musim? Itu tidak masuk akal. Itu mungkin menunjukkan bahwa para pemain Man City kurang mendapatkan penghargaan dari yang seharusnya," sengat Bernardo Silva.

(rin/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT