ADVERTISEMENT

'MU Bisa Benar-benar Finis di Papan Bawah Liga Inggris'

Afif Farhan - Sepakbola
Selasa, 16 Agu 2022 13:40 WIB
BRENTFORD, ENGLAND - AUGUST 13: Harry Maguire of Manchester United and his team mates look dejected after conceding a third goal during the Premier League match between Brentford FC and Manchester United at Brentford Community Stadium on August 13, 2022 in Brentford, United Kingdom. (Photo by Mark Leech/Offside/Offside via Getty Images)
'MU Bisa Benar-benar Finis di Papan Bawah Liga Inggris' (Foto: Offside via Getty Images/Mark Leech/Offside)
Manchester -

Manchester United dua kali kalah di laga perdana Liga Inggris musim 2022/2023 ini. Gary Neville mulai khawatir, bisa saja MU finis di papan bawah musim ini.

Manchester United awali Liga Inggris dengan kekalahan. Setan Merah dibungkam Brighton 1-2 di kandang lalu dibantai Brentford 0-4.

Para rekrutan baru Manchester United belum menampilkan pesonanya. Lisandro Martinez belum terlihat mengesankan berduet dengan Harry Maguire dan Christian Eriksen masih butuh waktu untuk jadi jendral lini tengah.

Isu Cristiano Ronaldo yang mau cabut, juga terus bikin ruang ganti jadi kurang harmonis. Terakhir, strategi manajer baru Erik ten Hag terlihat belum berjalan lancar.

Sampai pekan kedua, Manchester United terjerembab di dasar Klasemen Liga Inggris sementara tepatnya di peringkat ke-20 dengan dua kali kalah dan selisih gol terbanyak (minus lima).

Eks pemain MU, Gary Neville mulai khawatir dengan performa Setan Merah. Dirinya mengaku, sudah berpikir kalau MU akan finis di papan bawah musim ini!

"Saya sudah benar-benar berpikir, kalau MU bisa saja selesai di papan bawah klasemen musim ini," terangnya seperti dilansir dari Sky Sports.

SOUTHAMPTON, ENGLAND - OCTOBER 25: Gary Neville, TV Presenter is seen during the Premier League match between Southampton FC and Leicester City at St Mary's Stadium on October 25, 2019 in Southampton, United Kingdom. (Photo by Naomi Baker/Getty Images)Gary Neville (Getty Images/Naomi Baker)

Gary Neville menjelaskan, ada banyak permasalahan di Man United. Dari perekrutan yang mubazir, sampai manajer yang tak punya cukup waktu untuk menerapkan pola permainan.

"Ada cerita horor dari perekrutan pemain, masalah pencetak gol, manajer yang tidak bisa menerapkan strategi dengan baik," paparnya.

"10 Tahun terakhir, paling hanya 20 persen pemain baru yang sukses di MU," tutupnya.

(aff/nds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT