Fernandes: MU Sempat Dibayangi Hantu Masa Lalu

ADVERTISEMENT

Fernandes: MU Sempat Dibayangi Hantu Masa Lalu

Adhi Prasetya - Sepakbola
Selasa, 20 Sep 2022 22:18 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - SEPTEMBER 04:  Bruno Fernandes of Manchester United celebrates after Antony of Manchester United scores their sides first goal during the Premier League match between Manchester United and Arsenal FC at Old Trafford on September 04, 2022 in Manchester, England. (Photo by Shaun Botterill/Getty Images)
Bruno Fernandes akui MU sempat dibayangi hasil buruk musim lalu. Foto: Getty Images/Shaun Botterill
Jakarta -

Dua kekalahan beruntun di pekan-pekan awal Liga Inggris musim ini sempat menimbulkan kekhawatiran di benak para pemain Manchester United. Namun Erik ten Hag pelan-pelan mampu membawa Setan Merah bangkit.

MU hanya finis keenam musim lalu dengan 58 poin, capaian angka terburuk sejak 1990. Mereka juga kebobolan 57 gol, terburuk sejak 1979. Ole Gunnar Solskajer dipecat, dan Ralf Rangnick yang menggantikannya mundur di akhir musim.

Di era Ten Hag, MU juga memulai musim dengan hasil buruk. Kekalahan 1-2 dari Brighton dan 0-4 dari Brentford membuat Bruno Fernandes dkk menempati posisi juru kunci dari dua laga. Bayang-bayang nasib buruk di musim sebelumnya pun muncul lagi.

Namun MU kemudian berhasil membalikkan situasi. Empat kemenangan beruntun berhasil diraih, termasuk mengalahkan Liverpool 2-1 dan Arsenal 3-1. Awan kelabu di Old Trafford perlahan sirna.

Fernandes dalam wawancara dengan The Athletic mengakui para pemain MU awalnya sempat khawatir hasil buruk di musim sebelumnya akan terulang lagi, namun kecemasan itu pelan-pelan sirna berkat penampilan bagus di lapangan.

"Kamu bisa merasakannya di antara kami, di antara suporter, bahwa situasi saat itu seperti kembali ke masa lalu. Kepercayaan diri semua orang menjadi rendah lagi. Kami tidak takut, namun tak merasa bagus saat menguasai bola," ujar Fernandes.

"Terkadang saya merasa seperti kedatangan hantu dari masa lalu. Lalu melawan Brentford, situasinya lebih buruk. Kami kebobolan dengan mudahnya dan tiba-tiba kamu bisa lihat energi yang rendah dalam tim ini, rasa percaya diri juga turun."

Fernandes memuji Ten Hag yang berhasil mengangkat moral tim dari keterpurukan. Kini kepercayaan diri para pemain MU pun sudah kembali.

"Pertama, dia punya ide. Dia juga punya gaya bermain. Kami harus mengikuti aturannya. Dia amat ketat soal itu, tapi saya suka," lanjut Fernandes soal Ten Hag.

"Dia membawa kedisiplinan, sesuatu yang saya pikir telah hilang di masa lalu. Semua orang harus memiliki pemahaman yang sama."

"Itulah yang dilakukan Pep (Guardiola) dan (Juergen) Klopp lakukan selama bertahun-tahun. Mereka punya stabilitas dalam klub, dalam bergerak di bursa transfer serta membangun tim, yang sangat penting bagi mereka untuk meraih gelar," jelasnya.

(adp/yna)

ADVERTISEMENT