Conte Malu Aksi Rasial Masih Ada di Sepakbola

ADVERTISEMENT

Conte Malu Aksi Rasial Masih Ada di Sepakbola

Randy Prasatya - Sepakbola
Jumat, 30 Sep 2022 01:00 WIB
Jakarta -

Richarlison menjadi korban pelecehan rasial oleh suporter Tunisia. Manajer Tottenham Hotspur, Antonio Conte, marah banget.

Timnas Brasil mengalahkan Tunisia 5-1 dalam ajang FIFA Matchday. Duel digelar di Stadion Parc des Princes, Paris, beberapa hari lalu.

Timnas Brasil memulai laga dengan berfoto bersama spanduk khusus. Banner tersebut berwarna putih dengan tulisan bahasa Portugis, yang jika diterjemahkan "Tanpa pemain-pemain kulit hitam kami, kami tidak akan memiliki bintang di baju kami. Timnas Brasil melawan rasisme."

Kalimat tersebut semula bentuk dukungan Timnas Brasil kepada Vinicius Jr. Penyerang Tim Samba itu menjadi korban rasisme di Spanyol saat membela Real Madrid dalam Derby Madrid lawan Atletico Madrid.

Spanduk tersebut ternyata tak diindahkan oleh suporter yang datang ke stadion, khususnya dari sisi lawan. Richarlison dilempari pisang pada menit ke-19, tepat ketika merayakan gol kedua Selecao.

Pisang yang dilempar penonton mendarat di dekat kaki Richarlison. Gelandang Brasil, Fred, kemudian menendang keluar pisang tersebut dari lapangan.

Conte kemudian ditanya terkait pelecehan yang dialamatkan kepada pemainnya saat merayakan gol. Dia sangat malu dengan kelakuan suporter di laga itu.

"Richy bermain dengan tim nasional, mencetak gol dan kemudian apa yang terjadi luar biasa, karena pada tahun 2022 menyaksikan situasi seperti ini memalukan bagi semua orang," kata Conte seperti dikutip dari Sky Sports.

"Tentu saya berharap mereka itu dapat dilarang dari pertandingan sepakbola selama sisa hidupnya, tetapi kemudian ini adalah situasi yang sangat mengecewakan untuk membuat komentar tentang ini," conte menegaskan.

(ran/aff)

ADVERTISEMENT