Stok Tipis, Nasib MU Miris
Senin, 20 Agu 2007 11:22 WIB
Jakarta - Tipisnya stok penyerang melanda Manchester United. Sudah terkendala cedera, dua penyerang lainnya malah sudah hijrah terlebih dulu. Blunder penjualan?Wayne Rooney, Louise Saha dan Ole Gunnar Solksjaer masih dibekap cedera, sedangkan Alan Smith dan Giuseppe Rossi sudah dilego. Sisanya tinggal Carlos Tevez dan stok penyerang muda. Datangnya Tevez awal musim ini memang membuat Smith dan Rossi terancam sehingga memilih hijrah dari Old Trafford. Tapi apa yang terjadi kemudian? Rooney harus istirahat dua bulan, Saha dan Solksjaer pun belum kunjung pulih. Ironis sekali, lini depan yang tadinya dikhawatirkan surplus malah terkondisi sebaliknya. Musim 2005/2006 silam, hal serupa pernah dialami Sir Alex Ferguson. Saat itu adalah lini tengah yang jadi sumber masalah sepeninggal Roy Keane, 18 November 2005. Untuk menggantikan figur Keano, minimal butuh gelandang tengah dengan tipikal bertahan atau holding midfielder. Sebuah peran yang biasa dilakoni Nicky Butt dan Phillip Neville jika Keane absen.Namun saat itu keduanya juga sudah dilego ke klub lain. Butt dijual ke Newcastle United pada Juli 2004, Neville pun dilepas ke Everton pada 4 Agustus 2005. Menyesal tiada guna, konversi posisi pun jadi solusi Fergie dengan menempatkan striker Alan Smith jadi gelandang.Hal itu bisa saja dilakukan Fergie saat ini. Pertanyaannya siapa yang bakal jadi striker untuk berduet dengan Tevez? Melawan Manchester City, Minggu (19/8/2007), Fergie memilih menempatkan Ryan Giggs dan Nani di belakang Tevez, eksperimen satu penyerang yang terbukti mandul. Tevez tampaknya "enggan" sendirian.Langkah menurunkan pemain muda juga sudah diambil dengan menurunkan Frazer Campbell, walau performanya tidak signifikan. Masih ada Dong Fangzhuo kalau Fergie ingin berjudi. Untuk membeli pemain baru pun kelihatannya sulit mengingat MU sudah banyak merogoh kocek. Apa bakal ada upaya meminjam kembali Henrik Larsson atau mungkin di benak Fergie sudah ada "Henrik Larsson" lainnya?Apapun, MU harus segera membenahi lini depan. Fergie juga tidak menyangkal kalau faktor itulah yang bikin MU ditundukkan rival sekotanya. "Kami membuang kesempatan di depan gawang lawan, itu kekurangan besar kami. Bukan (Manchester) City yang beruntung, karena kami juga memiliki banyak peluang," sesal manajer asal Skotlandia itu seperti dilansir The Sun, Senin (20/8/2007).Lini depan dan produktivitas gol adalah masalah utama MU. Sampai tiga partai di Liga Primer musim ini, baru satu gol yang diciptakan MU. Amat kontras dengan musim lalu saat "Setan Merah" sudah membukukan sepuluh gol di tiga laga awal --Fulham dilumat 5-1, Charlton dihajar 3-0 dan Watford ditundukkan 2-1. (krs/a2s)











































