Redknapp yang kini masih menjadi manajer Portsmouth kerap disebut-sebut jadi kandidat utama yang tengah dibidik oleh The Toon untuk jadi manajer baru. Media berspekulasi bahwa demi segera memboyong paman Frank Lampard itu, iming-iming menggiurkan sudah disiapkan pemilik Newcastle, Mike Ashley.
The Sun, misalnya, yang menyebutkan pada Jumat (11/1/2008), kalau Magpies bakal menggaji Redknapp sebesar lima juta poundsterling (sekitar Rp 92 miliar) per tahun, dalam sebuah kontrak berdurasi empat tahun. Nilai itu berkisar lima kali lipat lebih besar dari yang diterimanya di Portsmouth.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pompey juga disebutkan bakal mendapat kompensasi sebesar tiga juta pound (sekitar Rp 55,3 miliar) demi Redknapp. Namun Portsmouth rupanya enggan melepas manajernya, sekaligus menegaskan sama sekali belum ada penawaran resmi dari Newcastle.
"Kami menganggapnya sebagai sebuah kehormatan jika para pemain atau personil staff kami kerap dihubungkan dengan klub-klub sepakbola top di negeri ini dan juga di luar negeri. Ini adalah sebuah pengakuan kualitas kerja mereka."
"Tetapi kami merasa perlu meluruskan pemberitaan kurang akurat yang sudah mencuat di beberapa media. Klub kami belum didekati terkait Harry Redknapp. Dia tetap berkomitmen kepada klub sepakbola ini. Baru-baru ini meneken perpanjangan kontrak empat tahun dengan Portsmouth," sebut pernyataan resmi Pompey seperti dilansir Soccernet.
Redknapp lantas ikut urun suara dan mengaku belum bicara dengan siapapun dari Newcastle. "Ketika saya melihat Sam pergi, di pikiran saya justru langsung terbetik kalau Alan Shearer pasti akan mengambil alih. Beberapa waktu lalu saya sempat mendapat tawaran dari sebuah klub yang saya pikir merupakan klub besar tapi saya tidak pergi. Saya senang di pesisir selatan," pungkas Redknapp.
Nama Shearer yang dicetuskan Redknapp konon juga merupakan sosok yang jadi calon favorit fans untuk menjadi manajer anyar Newcastle. Tapi Goal justru menyebutkan kalau mantan kapten Inggris itu lebih memilih menjalani perannya saat ini sebagai komentator di sebuah acara BBC, ketimbang membesut bekas klubnya.
Jadi, pertanyaan siapa yang akan mengisi kursi manajer Newcastle sepertinya masih belum akan terjawab dalam waktu dekat.Β (krs/arp)











































