Berseteru tapi Saling Respek

Berseteru tapi Saling Respek

- Sepakbola
Senin, 14 Apr 2008 02:42 WIB
Berseteru tapi Saling Respek
Manchester - Cerita perseteruan Sir Alex Ferguson dengan Arsene Wenger selalu ternetralisir dengan sikap saling respek di antara mereka. Mereka terlibat lagi dalam episode itu ketika menuntaskan 'final' di antara mereka musim ini.

Laga Manchester United versus Arsenal beberapa jam lalu, Minggu (13/4/2008), seperti mengakhiri kompetisi mereka di musim ini. Dengan MU tampil sebagai pemenang dengan skor 2-1, Arsenal boleh dibilang telah habis peluangnya untuk menjuarai Liga Inggris.

Sebelumnya The Gunners juga telah masuk kotak di kancah Liga Champions, menyusul kekalahan dari Liverpool di babak perempatfinal. Dengan begitu mereka memperpanjang puasa gelar selama tiga musim berturut-turut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebaliknya, MU makin berpeluang mempertahankan titel Premiership-nya, sementara mereka juga masih bertahan di Liga Champions. Meski demikian Ferguson tak menunjukkan sikap jumawa berlebihan terhadap Wenger.

Seusai pertandingan manajer gaek asal Skotlandia itu tak sungkan-sungkan menghampiri Wenger dan mengajaknya bersalaman. Sambil mengulurkan tangan tangannya, Fergie juga melingkarkan tangan kirinya ke badan Wenger.

Wenger pun merespons dengan patut. Kedua manajer top itu lalu tampak bertukar kata-kata dalam rona wajah yang tidak bersaing, seolah-olah menyatakan bahwa sepakbola hanyalah sebuah permainan, dan permainan hari ini telah selesai.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa rival terbesar Fergie dalam satu dasawarsa terakhir adalah Wenger. Sejak datang ke Inggris pada September 1996, pria Prancis itulah yang membuat MU sedikit berkurang dominasinya. Dari 1997 sampai 2004, MU mampu merebut lima titel juara, sedangkan Arsenal tiga.

Jose Mourinho dan Rafa Benitez memang meramaikan persaingan di antara empat manajer top. Tapi Benitez belum menjadi penantang berarti karena belum pernah memberi gelar liga buat Liverpool.

Mourinho cepat mendapat respek karena mampu mempersembahkan dua tropi kemenangan untuk Chelsea. Tapi Mourinho jarang terlibat konfrontasi langsung dengan Fergie karena keduanya malah dikenal berteman akrab.

Hubungan Wenger dan Fergie boleh jadi tidak seperti Fergie-Mourinho. Bahkan mereka kerap menggelar psywar di media massa. Namun sesungguhnya, seperti dikatakan sendiri oleh kedua orang itu, di antara mereka tumbuh sikap respek satu sama lain, yang utamanya didasari pada prestasi masing-masing.

Fergie mengisyaratkan sikap itu lagi setelah pertemuan mereka malam ini. Ia mengatakan bahwa Arsenal telah menampilkan permainan yang menawan dan tak layak kalah.

"Kita tahu Arsenal adalah tim yang hebat, begitu juga di hari ini. Kami sering menjadi tegang karenanya, tapi kami bisa keluar dari situasi itu. Anda boleh katakan, mereka sungguh tak beruntung karena kalah. Mereka telah mengeluarkan upaya terbesarnya di musim ini dan sangat luar biasa. Tapi kami masih bisa mengatasi mereka dan memenangi pertandingan ini," papar Fergie seperti dikutip dari BBC.

Fergie juga menyebut duel tersebut sebagai yang terbaik di musim ini. Dan itu adalah pertandingan melawan Arsenal dengan Wenger-nya.

"Saya rasa ini pertandingan yang fantastis, betul-betul hebat. Anda takkan melihat yang lebih baik dari ini, di tempat manapun lagi di musim ini,"tandasnya.

MU sendiri kini unggul enam poin atas Chelsea setelah kemenangan tersebut, dan akan bertemu The Blues pada 26 April di Stamford Bridge. "Jika kami menang di Blackburn dan di Chelsea, maka kami akan jadi juara."

(a2s/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads