Inter Mengais Peluang Tersisa

Inter Mengais Peluang Tersisa

- Sepakbola
Kamis, 15 Apr 2004 14:02 WIB
Jakarta - Inter adalah fenomena tersendiri dalam dunia sepakbola. Sebuah anekdot diciptakan untuk menggambarkan nasib mereka: Lawan kata sial adalah beruntung. Hanya Inter yang tidak pernah kenal kata beruntung.Tim Biru-Hitam ini juga mengandung misteri; diduga menang malah kalah, diperkirakan kalah malah menang. Mereka bisa menghajar Arsenal 3-0 di Highbury, tapi di San Siro malah keok 1-5. Musim ini dua kali Javier Zanetti dkk menaklukkan Juventus, tapi di sisi lain mereka bisa dihambat Empoli, Modena, dan Brescia.Kamis (15/4/2004) dinihari tadi mitos-mitos di atas terulang lagi. Berkali-kali mengancam gawang lawan, tak satupun yang bersarang di tempatnya. Di depan tifosinya sendiri, setelah β€œhanya” kalah 0-1 di leg pertama, melawan tim yang reputasinya jauh di bawah mereka, Inter tak mampu menang, bahkan kembali takluk 0-1.β€œKami sudah mencoba memberikan semuanya, tapi kondisi kami tidak sedang yang terbaik. Sepanjang musim kami selalu menyiapkan formasi di hari Sabtu pagi, tapi kali ini terpaksa menjadi Minggu karena sesuatu telah terjadi,” papar Pelatih Alberto Zaccheroni soal kekalahannya atas Marseille tersebut.Ini berarti Nerazzurri dipastikan kembali bertangan hampa dari gelar juara. Dalam 13 tahun terakhir mereka hanya mengoleksi tiga tropi, yakni Piala UEFA (1991, 1994, 1998). Di kompetisi lokal Inter terakhir kali juara Seri A pada musim 1988/1989.Zaccheroni, yang direkrut untuk menggantikan Hector Cuper yang dipecat bulan Oktober lalu, praktis hanya punya lima pertandingan sisa untuk menghindari kemungkinan dipecat. Bagaimanapun, meski tak dapat gelar, tiket ke Liga Champions musim depan sudah merupakan obat pelipur lara yang lumayan.Inter masih berada di posisi kelima di klasemen sementara, kalah satu poin dari Parma (50). Selain Gialloblu, saingan lain datang dari Lazio (47) yang punya satu partai sisa lebih banyak, serta Udinese yang sudah mengumpulkan 45 angka.Mampukah Zac? Harus, karena memang tak ada pilihan lain, kecuali ia rela mengikuti jejak Cuper, Mircea Lucescu, Roy Hodson, dan pelatih-pelatih lain yang pergi dari San Siro dengan tidak hormat. Kecuali kekalahan dari Marseille, grafik Inter di Seri A sedang bagus. Mereka tidak pernah kehilangan poin dari lima penampilan terakhir. Berturut-turut mereka malah menang empat kali, termasuk atas Perugia akhir pekan lalu, di mana ketika itu dewi fortuna sempat datang ke Renato Curi dan β€œmemberi” kemenangan buat mereka di menit 88.Guna mencapai target ke Liga Champions, Inter mesti melawan Bologna (home), Lazio (H), Lecce (away), Parma (H), dan Empoli (A). Bisa, Zac? β€œKami takkan menyerah,” begitu ia menjawab. Masih perlu keberuntungan? (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads