sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 09 Jul 2020 20:03 WIB

Milan Belajar ke Liverpool Cara Bangun Kejayaan Lagi

Randy Prasatya - detikSport
MILAN, ITALY - JULY 07:  Franck Kessie of AC Milan celebrates his goal with his team-mate Zlatan Ibrahimovic (back) during the Serie A match between AC Milan and Juventus at Stadio Giuseppe Meazza on July 7, 2020 in Milan, Italy.  (Photo by Marco Luzzani/Getty Images) AC Milan sedang berusaha kembali menjadi klub yang ditakuti. (Foto: Getty Images/Marco Luzzani)
Jakarta -

AC Milan sedang dalam proses membangun kekuatan klub. Liverpool pun dipilih Rossoneri sebagai teman berdiskusi.

Liverpool saat ini sudah menjadi salah satu klub paling sukses di Eropa, setelah sempat mengalami penurunan keuangan pada 2010.

Klub asal Inggris itu saat ini mampu meraup pemasukan 604,7 juta euro menurut Football Money League Deloitte. Catatan tersebut merujuk pada 2018 sampai 2019. Jumlah itu meningkat dari pendapatan tahun sebelumnya, yang cuma 513,7 juta euro.

Kesuksesan Liverpool dalam meraup pendapatan sejalan dengan prestasi. The Reds mampu dua kali ke final Liga Champions dengan satu kali menjadi juara.

Tim besutan Juergen Klopp itu juga musim ini berhasil menjadi juara Liga Inggris. Gelar yang sudah dinanti mereka selama 30 tahun lamanya.

Milan mencoba untuk mengikuti gaya Liverpool membangun ulang kejayaan. Saat ini Rossoneri terperosok ke posisi ke-21 dalam daftar pendapatan dengan cuma meraup 206,3 juta euro.

"Kami telah berbicara dengan Liverpool karena mereka telah melalui jalan yang sama seperti yang kami lalui sekarang," kata Chief Revenue Officer (CRO) AC Milan Casper Stylsvig, kepada The Associated Press.

Milan sudah sangat lama tak tampil di Liga Champions. Peraih tujuh trofi Liga Champions itu ingin segera kembali ke kompetisi antarklub tertinggi di Eropa.

"Kami bekerja sangat keras untuk kembali ke tempat kami seharusnya, dan dari perspektif itu, harusnya membantu membuka pintu ketika Anda telah memenangkan tujuh Liga Champions," Stylsvig menambahkan.

"Bermain sepakbola Eropa adalah agenda utama. Itu adalah habitat alami kami dan di situ seharusnya berada."

"Empat, lima tahun lalu, tidak ada yang mempertimbangkan Liverpool dan melihat posisi mereka sekarang. Mereka jelas memainkan sepakbola yang sangat menarik."

"Mereka menang, mereka memiliki manajer yang fantastis, tim yang fantastis dan sekarang mereka mengikuti dari sudut pandang komersial. Butuh waktu, tetapi model mereka tampaknya berhasil. Kami sudah jelas menjual secara global."

"Saya mungkin sudah terlalu banyak bicara di pasar Italia dalam beberapa tahun terakhir dan (pandemi corona) mendorong kami untuk berpikir lebih global lagi," tegasnya.

Sudah lama AC Milan tak memenangi trofi. Terakhir kali mereka merasakan mengangkat trofi pada Piala Super Italia 2016 dan untuk Scudetto terakhir kali pada 2010/2011.



Simak Video "AC Milan Menang Telak 4-1 Atas Lecce"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/ran)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com