sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 24 Jul 2020 15:50 WIB

Yang Sabar, Cristiano Ronaldo

Afif Farhan - detikSport
UDINE, ITALY - JULY 23:  Cristiano Ronaldo of Juventus shows his dejection during the Serie A match between Udinese Calcio and Juventus at Stadio Friuli on July 23, 2020 in Udine, Italy. (Photo by Alessandro Sabattini/Getty Images) Yang Sabar Cristiano Ronaldo (Getty Images/Alessandro Sabattini)
Udine -

Juventus gagal mengunci titel Scudetto setelah dikalahkan Udinese 1-2. Sang pemain bintangnya, Cristiano Ronaldo tampak kesal betul.

Juventus meyambangi Udinese di Stadion Friuli, Jumat (24/7/2020) dinihari WIB pada giornata ke-35 Serie A. Si Nyonya Tua harus menang demi bisa menyegel trofi Liga Italia.

Sayangnya, Juventus malah harus pulang dengan tangan hampa. Mereka kalah 1-2, yang membuat posisi di puncak klasemen Liga Italia terus dipepet Lazio. Juventus dengan 80 poin, Lazio dengan 74 poin. Masih ada sisa tiga pertandingan, segalanya bisa terjadi.

UDINE, ITALY - JULY 23: Ilija Nestorovski of Udinese Calcio  celebrates after scoring the 1- 1 goal during the Serie A match between Udinese Calcio and Juventus at Stadio Friuli on July 23, 2020 in Udine, Italy. (Photo by Alessandro Sabattini/Getty Images)Udinese berhasil taklukkan Juventus 2-1 dalam lanjutan Liga Italia (Getty Images/Alessandro Sabattini)

Cristiano Ronaldo, bintang Juventus pun tak bisa berbuat banyak di pertandingan tersebut. WhoScored memberikannya nilai hanya 6,6.

Cristiano Ronaldo melepaskan tujuh tembakan, tapi cuma dua yang menemui bidang. Malah, Cristiano Ronaldo disebut-sebut menjadi penyebab gol penentu kemenangan Udinese di menit-menit akhir pertandingan.

Cristiano Ronaldo yang menerima operan, mampu dihalau bek Udinese. Bola kemudian melambung dan dapat diteruskan Seko Fofana.

Pemain asal Pantai Gading itu melakukan solo run dari tengah dan melewati kawalan dua bek Juventus. Dia melepas tembakan dengan tenang dan mengoyak gawang Wojciech Szczesny.




Seusai pertandingan, Cristiano Ronaldo terlihat bete. Dia pasti begitu kesal dengan hasil akhir pertandingan.

"Itulah yang terjadi belakangan ini, kami kehilangan organisasi dan bentuk permainan. Kami sempat menunjukkan performa bagus di babak pertama, lalu kebobolan gol penyama, dan bertekad untuk menang bagaimanapun caranya, yang jadi sebab kami mulai terlalu berantakan dan longgar," kata pelatih Juventus, Maurizio Sarri kepada dilansir Football Italia.



Simak Video "2 Penalti Ronaldo Selamatkan Muka Si Nyonya Tua"
[Gambas:Video 20detik]
(aff/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com