Karena Ronaldo Bukan Anak Emas Pirlo

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Selasa, 24 Nov 2020 17:10 WIB
ROME, ITALY - NOVEMBER 08:  Juventus head coach Andrea Pirlo looks on as Cristiano Ronaldo is seen during the Serie A match between SS Lazio and Juventus at Stadio Olimpico on November 8, 2020 in Rome, Italy.  (Photo by Paolo Bruno/Getty Images)
Cristiano Ronaldo bukan anak emas Andrea Pirlo (Getty Images/Paolo Bruno)
Turin -

Cristiano Ronaldo memang terus menggila di awal musim ini bersama Juventus. Tapi, bukan berarti Ronaldo dianakemaskan oleh Andrea Pirlo.

Ronaldo musim ini masih jadi andalan Juventus di lini serang. Usai mencetak dua gol yang membawa Bianconeri mengalahkan Cagliari 2-0, Ronaldo total sudah bikin delapan gol dari enam laga pertamanya.

Ini jadi salah satu start terbaik Ronaldo selama memperkuat Juventus. Sepanjang 2020, Ronaldo bikin 29 gol, atau setengah dari total 59 gol Juventus di Serie A. Statistik ini membuktikan betapa pentingnya Ronaldo untuk klub Turin itu.

Bagaimana tidak karena Ronaldo tetap jadi pembunuh berdarah dingin di kotak penalti seperti biasanya. Dari delapan gol Ronaldo musim ini, semuanya dibuat di kotak penalti dan mengonversi 75 persen dari total peluang yang didapatnya.

Statistik ini bagus tentunya untuk Juventus, karena Ronaldo akan selalu bisa diandalkan di setiap kesempatan. Tapi, di satu sisi jadi pedang bermata dua karena Juventus akan selalu bergantung dengan Ronaldo.

Ada kecenderungan Andrea Pirlo selaku pelatih akan menganakemaskan Ronaldo, meski Juventus sebenarnya punya Paulo Dybala atau Dejan Kulusevski sebagai andalan di lini serang.

Meski demikian, Pirlo membantah anggapan Ronaldo adalah anak emasnya. Sebab, Pirlo memilih pemain berdasarkan performanya dan bukan status kebintangannya. Kebetulan saja Ronaldo kini lagi on fire, sehingga dia terus mengandalkannya.

"Saya belum menantang Cristiano Ronaldo untuk bikin gol dari bola mati sih. Saya memperlakukan dia sama seperti ke pemain lain. Saya selalu ada untuk pemain baik di dalam maupun luar lapangan," ujar Pirlo seperti dikutip SBS.

"Mudah saja sih menjalin hubungan dengan orang rendah hati sepertinya. Saya suka itu," sambungnya.

"Saya selalu bersikap sama dengannya, lalu juga dengan dua pemain muda, Gianluca Frabotta atau Manolo Portanova."

"Saya selalu melakukan hal sama seperti yang saya lakukan saat masih jadi pemain."

(mrp/rin)