Conte Minta Maaf Usai Acungkan Jari Tengah ke Presiden Juve

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Minggu, 14 Feb 2021 06:20 WIB
Inter Milans head coach Antonio Conte reacts during the Italian Cup semi-final first leg soccer match between Inter Milan and Juventus at the San Siro stadium, in Milan, Italy, Tuesday, Feb. 2, 2021. (AP Photo/Luca Bruno)
Pelatih Inter Milan Antonio Conte minta maaf usai mengacungkan jari tengah kepada Presiden Juventus Andrea Agnelli. ( Foto: AP/Luca Bruno)
Milan -

Pelatih Inter Milan Antonio Conte minta maaf karena isyaratnya pada Presiden Juventus Andrea Agnelli. Dia mengatakan, tak seharusnya dia bereaksi dengan buruk.

Perseteruan antara Conte dengan Agnelli terjadi saat Inter berimbang 0-0 di markas Juventus dalam laga semifinal leg II Coppa Italia, tengah pekan ini. Hasil itu memastikan Nerazzurri tersingkir setelah di leg I kalah 1-2.

Panasnya atmosfer pertandingan rupanya tidak hanya terjadi di dalam lapangan, tapi juga di pinggir lapangan. Conte terekam kamera mengacungkan jari tengah ke arah Agnelli, yang duduk di tribune stadion.

Kabarnya, cekcok tersebut berlanjut setelah pertandingan berakhir. Di lorong pemain, Conte, Agnelli, serta dua bos Juventus lainnya Fabio Paratici dan Lele Oriali, juga terlibat adu mulut.

Conte bereaksi demikian karena kesal dengan caci-maki Agnelli di sepanjang pertandingan. Insiden itu sendiri mendapat perhatian besar dan kini diselidiki oleh FIGC (Federasi Sepakbola Italia).

Inter Milan akan mencoba mencari penebusan usai kegagalan itu saat menjamu Lazio di Giuseppe Meazza, Senin (15/2) dinihari WIB. Jelang duel, Conte meminta maaf atas sikapnya itu.

"Saya maunya hanya membicarakan sepakbola saja saat konferensi pers, jadi saya akan mengatakan ini sebelum kita mulai," ujar Conte dilansir Football-Italia. "Saya di sini untuk minta maaf, karena saya bereaksi dengan cara yang salah ketika dihina. Saya seharusnya bisa bereaksi secara berbeda dan caranya akan lebih positif."

"Saya menyesal dan saya akan belajar dari insiden ini untuk masa depan. Hinaan dan provokasi seharusnya tidak menjadi alasan, karena saya tetap tidak seharusnya merespons seperti itu," lanjut mantan pelatih Juventus dan Chelsea itu.

"Semua orang melihat apa yang terjadi di Juventus Stadium, itu penting untuk saya. Bagaimanapun, kami sebagai pelatih, pemain dan presiden-presiden klub semestinya menjadi contoh dan untuk itu saya seharusnya bereaksi terhadap hinaan da provokasi secara berbeda, mungkin dengan jempol atau tepuk tangan untuk menunjukkan saya bisa mendengar apa yang dikatakan, tapi seharusnya responsnya bisa lebih positif."

"Meskipun demikian, sekarang kita seharusnya berkonsentrasi pada pertandingan. Orang-orang mau membicarakan sepakbola, bukannya gosip," lugas Conte.



Simak Video "Pendukung Inter Timbulkan Kerumunan Saat Rayakan Scudetto"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/ran)