Curhat Conte: Tantanganku Masuk ke Hati Interisti

Kris Fathoni W - Sepakbola
Minggu, 02 Mei 2021 11:00 WIB
Inter Milans head coach Antonio Conte celebrates his sides 1-0 win at the end of the Serie A soccer match between Inter Milan and Hellas Verona, at the San Siro stadium in Milan, Italy, Sunday, April 25, 2021. (AP Photo/Antonio Calanni)
Curhat Conte: Tantanganku Masuk ke Hati Interisti. (Foto: AP/Antonio Calanni)
Jakarta -

Antonio Conte di ambang mengantar Inter Milan meraih Scudetto, mengakhiri dominasi Juventus di Serie A. Tapi keterkaitan masa lalu dengan Juve pula yang bikin Conte awalnya sulit masuk Inter.

Semasa masih bermain dulu, Conte pernah jadi kapten dan pemain andalan Bianconeri di lini tengah. Ia pun mampu membantu Juventus meraih sederet gelar juara, di antaranya lima titel Serie A.

Keterkaitan Antonio Conte dengan Juve berlanjut saat ia menjadi pelatih. Si Nyonya Tua ia tangani pada periode 31 Mei 2011-15 Juli 2014, yang ditandai dengan tiga titel Scudetto secara berturut-turut.

Conte pula yang mengawali dominasi Juventus di Serie A, yang sampai dengan musim lalu jadi sudah menorehkan sembilan Scudetto secara berturut-turut. Musim ini, Conte-lah yang akan mengakhirinya bersama Inter.

Antonio Conte mulai menangani Inter Milan pada 31 Mei 2019. Ini bukan pekerjaan mudah mengingat pelatih 51 tahun itu sedemikian identik dengan Juventus, rival sengit Inter Milan.

"Aku membuat keputusan yang menantang dengan melatih Inter. Banyak yang akan bersembunyi di balik sejarah, tapi aku suka tantangan dan datang ke sini untuk menantang diri sendiri," katanya seperti dilansir Football Italia.

"Aku senantiasa jadi suporter semua klub tempatku pernah bekerja, tapi yang utama adalah aku selalu menjadi suporter klub tempatku bekerja saat ini. Aku tahu takkan mudah buat diriku untuk memasuki hati seluruh fans Inter, tapi aku selalu mengerahkan segala usaha buat tim tempatku bekerja."

"Menurutku, kali ini aku benar-benar sudah menantang diriku sendiri dan aku dianugerahi sebuah tim yang mampu tampil dengan luar biasa," tutur Conte.

Antonio Conte juga curhat mengenai berita miring bahwa dirinya dulu ingin mengubah anthem Inter Milan. Ia menepis rumor tersebut sekaligus menggarisbawahi betapa saat itu dirinya cepat sekali dapat penilaian negatif.

"Itu benar-benar mengusikku, karena aku takkan pernah lancang berupaya menggantikan sebuah anthem klub," kata Conte.

"Terkait itu, memang tidak mudah buat diriku untuk masuk ke sini dan aku pun sudah menduga hal itu. Saat ada kesempatan sekecil apapun, aku melihat jurnalis dan bahkan fans sedemikian cepat berkomentar negatif. Aku akan mendorong agar lebih mendukung dan positif."

(krs/krs)