Presiden FIGC Ancam Depak Juventus dari Serie A kalau Tak Mundur dari ESL

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Selasa, 11 Mei 2021 03:00 WIB
The picture shows the new logo of Juventus before the Italian Serie A football match Juventus Vs Cagliari on August 19, 2017 at the Allianz Stadium in Turin. / AFP PHOTO / Marco BERTORELLO
Juventus terancam dicoret dari Liga Italia kalau tidak mundur dari European Super League (Foto: Marco BERTORELLO/AFP)
Jakarta -

Presiden FIGC Gabriele Gravina memberi peringatan keras kepada Juventus soal European Super League. Juventus akan dicoret dari Serie A kalau masih ikut ESL.

Bersama 11 klub top Eropa lainnya, Juventus jadi salah satu klub yang mendeklarasikan European Super League pada pertengahan April lalu. Gagasan tersebut kemudian memunculkan pro dan kontra.

Masifnya gelombang protes, terutama dari suporter, kemudian membuat enam tim Premier League yakin Manchester City, Manchester United, Liverpool, Arsenal, Chelsea, dan Tottenham Hotspur mundur dari European Super League. Langkah mereka kemudian diikuti oleh Inter Milan, Atletico Madrid, dan AC Milan.

Kini hanya tinggal Juventus, Real Madrid, dan Barcelona yang belum menarik diri dari European Super League secara resmi. Ketiga klub tersebut masih ingin melanjutkan proyek ini.

Namun, hukuman berat membayangi Juventus. Presiden FIGC Gabriele Gravina menyebut jika masih jadi bagian dari European Super League musim depan, maka Juventus akan didepak dari Liga Italia.

"Ketika klub menerima untuk ambil bagian di Liga Italia, mereka menerima prinsip badan internasional. Jelas kalau Juventus tidak mau menerima prinsip-prinsip ini, mereka akan dicoret dari liga domestik," ujar Gravina dalam konferensi pers seperti dilansir Football Italia.

"Saya minta maaf, saya melihat beberapa fans yang khawatir pagi ini, tapi semuanya harus menghormati aturan."

"Sembilan klub memutuskan untuk mundur dari kompetisi (European Super League), masih ada tiga klub yang terlibat. Meski demikian, saya harap perselisihan ini akan segera berakhir," kata Gravina.

Meski memberi ancaman hukuman, Gabriele Gravina juga berharap bisa memediasi Juventus dan UEFA untuk menyelesaikan perselisihan ini.

(nds/ran)