Simone Inzaghi: Meninggalkan Lazio Bukan Pilihan Mudah

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Rabu, 16 Jun 2021 20:23 WIB
ROME, ITALY - MAY 15: Simone Inzaghi, head coach of SS Lazio, is seen before the TIM Cup Final match between Atalanta BC and SS Lazio at Stadio Olimpico on May 15, 2019 in Rome, Italy. (Photo by Marco Rosi/Getty Images)
Simone Inzaghi meninggalkan Lazio dan jadi pelatih Inter Milan (Foto: Marco Rosi / Getty Images)
Jakarta -

Setelah lebih dari dua dekade bersama, Simone Inzaghi meninggalkan Lazio dan jadi pelatih Inter Milan. Pergi dari Lazio diakui Inzaghi bukan keputusan mudah.

Inzaghi menghabisnya nyaris seluruh karier profesionalnya sebagai pesepakbola bersama Lazio pada 1999-2010. Setelah gantung sepatu, adik dari Filippo Inzaghi itu kemudian memulai kariernya sebagai pelatih.

Mengawali sebagai pelatih tim primavera, Inzaghi kemudian diangkat sebagai allenatore tim utama Lazio pada April 2016. Dia ditunjuk untuk menggantikan Stefano Pioli yang dipecat.

Inzaghi kabarnya sudah hampir memperpanjang kontraknya dengan Lazio. Namun, pria berusia 45 tahun itu diklaim berubah pikiran hingga akhirnya justru direkrut jadi pelatih Inter Milan.

Dua dekade lebih bersama, Inzaghi mengakui kalau mengambil keputusan untuk meninggalkan Lazio tidak gampang.

"Dear fans Lazio, saya baru berusia 23 tahun ketika tiba di Roma. Saya cuma seorang pria dengan mimpi dan ambisi ingin menjadi pesepakbola terkenal. Lazio menawarkan peluang luar biasa untuk mencapai tujuan saya. Saya tidak pernah membayangkan ini akan jadi rumah dan keluarga saya," Simone Inzaghi menulis di surat terbuka di Il Corriere dello Sport, seperti dilansir Football Italia.

"Ini bukan retorika, ini kenyataan. Saya sudah menjadi seorang pria bersama kalian semua, menjalani tahun-tahun luar biasa. Saya tidak akan pernah melupakan kebahagiaan dan air mata. Kemenangan dan kekalahan yang membuat saya tidak bisa tidur. Saya akan selalu membawa ini semua bersama saya."

"Itulah kenapa tidak mudah untuk beranjak. Ini bukan sesuatu yang bisa Anda lalukan dalam satu menit atau satu minggu. Akan butuh waktu untuk memahami dan menguraikan emosi dan perubahan yang begitu radikal."

"Saya tidak masalah mengakui kalau meninggalkan Lazio adalah salah satu pilihan paling rumit dalam karier saya. Saya bahkan tidak punya kekuatan untuk mengosongkan loker saya di Formello."

"Saya tidak mau membahas alasan yang membuat saya mengambil keputusan ini. Semuanya bisa saja bekerja lebih baik, tapi saya tidak mau menciptakan kontroversi. Saya tidak pernah begitu," kata Inzaghi.

Selama jadi pelatih, Simone Inzaghi membawa Lazio meraih tiga gelar juara. Dia mengantar Biancocelesti juara Coppa Italia 2018/2019 dan Piala Super Italia 2017 dan 2019.

(nds/rin)