Gagal di MU dan Tottenham, Gimana Mourinho di Roma?

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Sabtu, 19 Jun 2021 22:50 WIB
LONDON, ENGLAND - MARCH 14: Jose Mourinho, Manager of Tottenham Hotspur interacts with his players during a break in play during the Premier League match between Arsenal and Tottenham Hotspur at Emirates Stadium on March 14, 2021 in London, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Dan Mullan/Getty Images)
Jose Mourinho bertekad bangkit di AS Roma (Getty Images/Dan Mullan)
Roma -

Jose Mourinho lagi redup setelah gagal di Manchester United dan Tottenham Hotspur. Dia pun bertekad memulihkan kariernya bersama AS Roma.

Mourinho tak dipungkiri adalah salah satu pelatih terbaik dunia dengan segala gelar yang didapatnya. Semasa melatih di Portugal, Inggris, Italia, dan Spanyol, dia selalu membawa klubnya jadi juara liga.

Itu disempurnakan dengan dua trofi Liga Champions bersama Porto dan Inter Milan. Maka dari itu Mourinho bisa menepuk dada setiap ada kritik yang mengarah kepadanya.

Namun, dalam empat tahun terakhir kariernya boleh dibilang meredup, terutama setelah melatih Manchester United. Mourinho memang sempat memberikan gelar Liga Europa dan Piala Liga Inggris di tahun pertamanya, tapi setelah itu menurun drastis.

Mourinho bahkan dipecat MU di pertengahan musim 2018/2019. Setelah itu Mourinho melanjutkan kariernya bersama Tottenham dua musim lalu, tapi lagi-lagi cuma bertahan 18 bulan sebelum dipecat.

"Saya kadang membuat kesalahan, saya tidak selalu memilih proyek yang tepat atau saya salah menilai beberapa proyek yang ada. Saya salah atau mungkin saya dipaksa menerima proyek yang tidak sesuai keinginan saya. Tapi, pada akhirnya semua sama sih," ujar Mourinho soal kariernya yang menurun belakangan ini.

Mourinno kini akan memulai karier barunya bersama AS Roma di musim 2021/2022. Dia kembali ke Serie A setelah meninggalkan liga itu pada 2010 dan berupaya mengembalikan I Lupi ke papan atas.

"Belakangan saya mendapat proyek berbeda ketimbang sebelumnya. Saya datang saat Manchester United dalam proses transisi, bukan jelek sih. Saya datang ke Tottenham, tim tanpa sejarah besar. Kini saya datang ke Roma yang punya pemilik baru, tapi saya langsung merasakan empati dari pemilik, direktur, dan mereka langsung membuat saya bersemangat lagi," tutup Mourinho yang dilansir Eurosport.

(mrp/mrp)