FIGC: Eriksen Boleh Bela Inter Milan Musim Depan, Asalkan...

Adhi Prasetya - Sepakbola
Jumat, 23 Jul 2021 06:30 WIB
MILAN, ITALY - SEPTEMBER 19:  Christian Eriksen of FC Internazionale reacts during the friendly match between FC Internazionale and SC Pisa at Stadio Giuseppe Meazza on September 19, 2020 in Milan, Italy.  (Photo by Marco Luzzani/Getty Images)
Eriksen saat membela Inter Milan tahun lalu. Foto: (Getty Images/Marco Luzzani)
Jakarta -

Federasi Sepakbola Italia (FIGC) mengingatkan Christian Eriksen soal masa depannya di Inter Milan. Gelandang 29 tahun itu tak dibolehkan bermain di Serie A, kecuali implan defibrilator (ICD) di dalam tubuhnya dicabut.

Eriksen diketahui sempat kolaps karena henti jantung pada Juni lalu, saat membela Timnas Denmark di Piala Eropa 2020. Nyawanya tertolong setelah mendapat pertolongan pertama di lapangan, yang dilanjutkan dengan perawatan di rumah sakit.

Sebelum keluar dari rumah sakit, ia diketahui menjalani prosedur pemasangan ICD di tubuhnya, agar bisa menjaga ritme detak jantungnya. Saat ini, Eriksen masih menjalani pemulihan dan belum bergabung dengan skuad Inter yang sudah memulai pramusim.

Denmark's Christian Eriksen runs during the Euro 2020 soccer championship group B match between Denmark and Finland at Parken stadium in Copenhagen, Denmark, Saturday, June 12, 2021. Eriksen collapsed on the pitch and received medical assistance before being taken to hospital. (Wolfgang Rattay/Pool via AP)Eriksen saat bermain membela Denmark di Piala Eropa 2020. Foto: AP/Wolfgang Rattay

Sejak kabar pemasangan ICD tersebut muncul, perbincangan masa depan Eriksen di Inter langsung mengemuka. Diketahui, ada larangan bagi pemain yang terpasang ICD di tubuhnya untuk tampil di kompetisi sepakbola Italia.

Dan hal ini pun kembali ditegaskan oleh Francesco Braconaro, yang merupakan anggota Komite Sains Teknis FIGC. "Christian Eriksen tidak bisa mendapat izin untuk bermain di Italia," ujarnya kepada Radio Kiss Kiss.

"Jika defibrilator di tubuhnya dilepas, kemudian patologi-nya bisa diselesaikan, barulah ia bisa bermain lagi untuk Inter," lanjutnya.

Italia memang dikenal ketat soal peraturan kesehatan pemain. Tes medis untuk menjadi atlet pun dilakukan oleh federasi, bukan klub.

Terbaru, FIGC ingin agar semua pemain Liga Italia memiliki pengetahuan dasar soal pertolongan pertama henti jantung, berkaca dari kasus Eriksen. FIGC juga ingin para pemain mendapat vaksinasi COVID-19 sebelum liga bergulir musim depan.

(adp/bay)