Mungkinkah Pogba Kembali ke Juventus? Ini Analisisnya

Adhi Prasetya - Sepakbola
Sabtu, 18 Sep 2021 12:00 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - AUGUST 07: Paul Pogba of Manchester United in action during the pre-season friendly match between Manchester United and Everton at Old Trafford on August 07, 2021 in Manchester, England. (Photo by Jan Kruger/Getty Images)
Kontrak Pogba di MU tersisa setahun. Foto: Getty Images/Jan Kruger
Jakarta -

Agen Paul Pogba, Mino Riaola mengatakan kliennya mungkin saja kembali ke Juventus musim depan. Namun melihat kondisi keuangan Bianconeri saat ini, hal tersebut sulit diwujudkan.

Kontrak Pogba bersama Manchester United akan habis pada Juni tahun depan, dan hingga kini belum diperpanjang. Jika situasinya tak berubah, gelandang asal Prancis itu boleh bernegosiasi dengan klub lain pada Januari mendatang, termasuk Juventus.

"Kami akan berbicara dengan Manchester United dan melihat apa yang akan terjadi. Paul masih mencintai Turin. Ada peluang Pogba akan kembali ke Juventus, tapi itu juga tergantung rencana Juventus," ujar Raiola kepada Rai Sport.

Rencana Juventus menjadi kata kunci di sini. Apakah Bianconeri menganggap Pogba sebagai bagian dari rencana? Secara taktik, Pogba akan cocok bermain di bawah asuhan Massimiliano Allegri, yang pernah melatihnya selama dua musim.

Namun secara finansial, belum tentu hal itu akan terlaksana. Juventus baru saja mencatatatkan kerugian lebih dari 200 juta Euro selama setahun pembukuan terakhir, imbas dari pandemi COVID-19. Manajemen sampai memutuskan memberi tambahan modal kepada klub sebesar 400 juta Euro.

Dalam laporan tersebut, Juventus juga memprediksi mereka akan kembali mengalami kerugian selama setahun ke depan, meski mungkin tak akan sebesar sekarang, sebab penonton sudah boleh hadir kembali ke stadion meski terbatas, dan museum sudah bisa dikunjungi.

Hal ini yang membuat Juventus irit belanja pada bursa musim panas lalu. Hanya tiga pemain yang didatangkan, yakni Kaio Jorge, Manuel Locatelli, dan Moise Kean. Dua nama terakhir datang dengan status pinjaman selama dua musim lebih dulu, baru kemudian dipermanenkan dengan pembayaran secara bertahap.

Mengutip pernyataan Direktur Olahraga Juventus Federico Cherubini kepada Tuttosport, Si Nyonya Tua saat ini fokus kepada "pemain-pemain dengan potensi luar biasa yang akan dikembangkan oleh pelatih."

"Kami akan tetap kompetitif dan ingin memenangi gelar, namun dengan pendekatan berbeda. Kami sudah mengetahui biaya untuk masa depan dan berapa biaya yang bisa dipakai untuk berbelanja pemain," lanjut Cherubini.

TURIN, ITALY - MAY 01:  Paul Pogba (R) and Claudio Marchisio of Juventus show their dejection at the end of the UEFA Europa League semi final match between Juventus and SL Benfica at Juventus Arena on May 1, 2014 in Turin, Italy.  (Photo by Valerio Pennicino/Getty Images)Pogba pernah 4 musim membela Juventus. Foto: Getty Images/Valerio Pennicino

Hal itu menyiratkan bahwa Juventus saat ini cenderung membeli pemain-pemain muda yang bisa dipertahankan selama bertahun-tahun untuk membangun fondasi klub yang kuat, bukan membeli 'pemain jadi'.

Selain itu, Football Italia melaporkan kebijakan transfer Juventus saat ini adalah tak menggaji pemain di atas 9-10 juta Euro per musim (sebelum pajak). Di sini letak persoalannya.

Pogba saat ini diperkirakan mendapat gaji 15 juta Euro per musim di MU. Jelas nilai itu 33 persen di luar batas nilai yang bisa disanggupi Juventus. Dengan situasi saat ini, Pogba jelas tak masuk kriteria Juventus.

Namun situasi setahun ke depan bisa saja berubah, dan peluang Pogba ke Turin tak sepenuhnya tertutup. Andaikan kondisi keuangan Juventus membaik, bisa saja mereka membuat pengecualian untuk pemain kelahiran Paris itu.

(adp/krs)