Chiellini Geram Koulibaly Jadi Korban Rasisme

Bayu Baskoro - Sepakbola
Rabu, 06 Okt 2021 01:00 WIB
TURIN, ITALY - AUGUST 31:  Giorgio Chiellini of Juventus embraces Kalidou Koulibaly of SSC Napoli at the end of the Serie A match between Juventus and SSC Napoli at Allianz Stadium on August 31, 2019 in Turin, Italy.  (Photo by Emilio Andreoli/Getty Images )
Giorgio Chiellini geram dengan serangan rasisme kepada Kalidou Koulibaly. (Foto: Getty Images/Emilio Andreoli)
Florenze -

Giorgio Chiellini geram dengan serangan rasisme yang menyasar bek Napoli, Kalidou Koulibaly. Dia menilai pelecehan tersebut sebagai sesuatu yang memalukan.

Koulibaly menjadi korban rasisme dalam laga Serie A antara Fiorentina vs Napoli yang berlangsung di Stadion Artemio Franchi, Minggu (3/10/2021) malam. Bek Senegal itu dilecehkan secara rasial oleh fans La Viola saat berjalan ke ruang ganti bersama dua rekannya, Victor Osimhen dan Andre Zambo Anguissa.

Osimhen dan Anguissa mencoba menghiraukan pelecehan tersebut dan secara ironis tersenyum ke arah suporter lawan. Reaksi berbeda diberikan Koulibaly, yang amat berang dengan perlakuan itu.

"Monyet sialan". Mereka memanggil saya seperti itu. Ini adalah sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan olahraga. Mereka harus diidentifikasi dan dilarang masuk ke stadion selamanya," cuit Koulibaly di Twitter, Senin (4/10).

Kubu Fiorentina kabarnya telah meminta maaf atas kejadian buruk yang dialami Kalidou Koulibaly di markas mereka. Sementara itu, pihak berwenang tengah menyelidiki insiden rasisme tersebut.

Ini bukan kali pertama Koulibaly mendapat serangan rasisme di Italia. Pemain 30 tahun itu pernah menjadi korban pelecehan serupa dua kali di tahun 2018 saat bertanding menghadapi Juventus dan Inter Milan.

Serangan rasisme kepada Koulibaly turut mendapat perhatian dari kapten Juventus, Giorgio Chiellini. Bek 37 tahun itu mengaku malu mengetahui pelecehan secara rasial masih terjadi di Italia.

"Saya malu sekali, baik sebagai orang Italia maupun sebagai orang Tuscan. Italia dalam pandangan saya adalah bukan negara rasis," kata Chiellini, dilansir dari La Gazzetta dello Sport.

"Itu adalah sesuatu yang tidak bisa diterima. Kami membutuhkan hukum dan aturan untuk diterapkan," pungkasnya perihal kasus rasisme yang menimpa Kalidou Koulibaly.



Simak Video "Harga Koulibaly Untuk Liverpool dan Manchester United"
[Gambas:Video 20detik]
(bay/raw)