Seburuk Apapun Sambutan Suporter Roma, Spalletti Menyimpan Cinta

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Minggu, 24 Okt 2021 07:30 WIB
FLORENCE, ITALY - OCTOBER 03: Luciano Spalletti manager of SSC Napoli gestures during the Serie A match between ACF Fiorentina v SSC Napoli  at Stadio Artemio Franchi on October 3, 2021 in Florence, Italy.  (Photo by Gabriele Maltinti/Getty Images)
Akhir pekan ini Luciano Spalletti kembali ke Olimpico yang pernah jadi rumahnya. (Foto: Getty Images/Gabriele Maltinti)
Jakarta -

Luciano Spalletti akan kembali ke Olimpico, tempat yang pernah mengelu-elukannya sebagai pelatih AS Roma dulu. Situasinya sudah berbeda sejak ia pergi.

Spalletti akan memimpin Napoli melawat ke markas AS Roma di Olimpico, Minggu (24/10/2021) malam WIB dalam lanjutan Liga Italia. Ini menandai kepulangan Spalletti ke stadion yang pernah menjadi rumahnya dalam dua periode.

Pelatih berkepala plontos itu pernah menangani Roma pada 2005-2009, mengantarkan Giallorossi memenangi dua titel Coppa Italia dan satu trofi Piala Super Italia. Ia kembali ke Roma pada Januari 2016 lantas pergi lagi di Mei 2017.

Dalam dua periode di mana Roma dalam momen-momen sulit minim investasi, Spalletti masih mampu membawa tim cukup kompetitif di Serie A. Tercatat Roma empat kali finis kedua dan sekali finis ketiga di bawah arahannya.

Namun momen ia meninggalkan Roma untuk kedua kalinya dibalut dengan kisah tak menyenangkan. Utamanya karena pria 62 tahun tersebut gagal menjaga hubungan baik dengan legenda klub, Francesco Totti, yang pernah jadi anak emasnya, dan dianggap sebagai salah satu sosok yang memicu pensiunnya sang 'Pangeran Roma'.

Cerita pahit itu masih jadi sesuatu yang menyelimuti tiap kali Spalleti berkunjung ke Roma dan memengaruhi hubungannya dengan suporter. Siapkah ia menghadapi sambutan tak menyenangkan lainnya dari mantan suporternya?

"Itu sudah pernah terjadi. Saya tak pantas mendapatkan siulan-siulan itu karena saya tahu seberapa banyak gairah, cinta, dan obsesi yang saya berikan buat Roma," ungkapnya dikutip Football Italia.

"Kalau mereka melakukannya ke saya, itu sesuatu yang jadi mudah dilakukan karena jarak. Lalu saya akan dihibur oleh memori-memori aplaus itu, dari laga-laga luar biasa yang kami menangkan dengan memainkan sepakbola spektakuler dengan pemain-pemain yang sama luar biasanya, membawa pulang hasil-hasil dan kemenangan yang kemudian menjadi sejarah Roma," tambahnya.



Simak Video "AC Milan Tumbangkan AS Roma dengan 2-1"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/ran)