ADVERTISEMENT

Pemegang Saham Juventus Dukung Super League, tapi Kritisi Transfer Ronaldo

Adhi Prasetya - Sepakbola
Sabtu, 30 Okt 2021 06:00 WIB
UDINE, ITALY - AUGUST 22: Cristiano Ronaldo of Juventus looks on during the Serie A match between Udinese Calcio v Juventus at Dacia Arena on August 22, 2021 in Udine, Italy. (Photo by Alessandro Sabattini/Getty Images)
Ronaldo dilepas Juventus ke MU pada musim panas lalu. Foto: (Getty Images/Alessandro Sabattini)
Turin -

Para pemegang saham Juventus mendukung langkah Presiden Andrea Agnelli memperjuangkan terbentuknya European Super League. Meski begitu, kepergian Cristiano Ronaldo di musim panas lalu juga menuai kritik.

Juventus, bersama Real Madrid dan Barcelona, menjadi pihak yang belum menyerah dengan pembentukan Super League yang menimbulkan kontroversi tersebut. Pasalnya, potensi pendapatan yang diperoleh dari sana sangatlah besar, dan itu amat diperlukan Si Nyonya Tua di masa sulit sekarang ini.

Juventus terus mencatat kerugian dalam pembukuan selama 4 tahun terakhir, dan meningkat hingga 210 juta Euro di musim lalu, sebagai imbas dari pandemi COVID-19. Mereka butuh kondisi keuangan yang lebih sehat untuk bisa membangun tim yang lebih kuat dan tak sekadar numpang lewat di level Eropa.

Dilaporkan Football Italia, dalam rapat yang digelar Jumat (29/10), para pemegang saham pun menyatakan dukungannya kepada Agnelli, yang bahkan berani melepaskan jabatannya sebagai ketua European Club Association (ECA).

Hanya saja, mereka meminta Juventus tak hanya diam saja saat diserang oleh pihak-pihak yang mencibir sikap ini, seperti contohnya Presiden UEFA Aleksander Ceferin atau Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis. Saat ini, Juventus, Barcelona, dan Madrid tengah membawa persoalan Super League ini ke ranah hukum, dengan UEFA dan FIFA sebagai lawan.

Meski mendapat dukungan soal Super League, manajemen Juventus juga mendapat kritikan dari para pemegang saham, yang melihat sejumlah keburukan di bursa transfer musim panas lalu. Dua transfer yang mendapat perhatian adalah kepergian Cristiano Ronaldo menuju Manchester United dan Cristian Romero ke Tottenham Hotspur.

Ronaldo diketahui pindah ke MU dengan nilai yang terbilang murah, yakni 15 juta Euro saja, ditambah potensi bonus di masa depan sebesar 8 juta Euro. Padahal, bintang Portugal itu dibeli seharga 110 juta Euro pada 2018 lalu.

Dilepasnya Ronaldo diyakini sebagai bagian dari upaya penyelamatan kas klub yang tak mendapat pemasukan dari penonton selama pandemi, namun harus membayar 30 juta Euro per musim untuk sang pemain. Namun hal tersebut rupanya tak lepas dari kritik.

Sedangkan kasus Romero lain lagi. Ia dibeli Juventus dari Genoa seharga 26 juta Euro pada 2019, kemudian dipinjamkan ke Atalanta semusim berselang, dengan opsi dipermanenkan seharga 16 juta Euro saja.

PACOS DE FERREIRA, PORTUGAL - AUGUST 19: Cristian Romero of Tottenham Hotspur FC in action during the UEFA Europa Conference League match between FC Pacos de Ferreira and Tottenham Hotspur at Estadio Municipal da Capital do Movel on August 19, 2021 in Pacos de Ferreira, Portugal.  (Photo by Gualter Fatia/Getty Images)Romero pindah ke Tottenham usai dipinjam Atalanta dari Juventus. Foto: Getty Images/Gualter Fatia

Masalahnya, La Dea kemudian mengaktifkan opsi tersebut, dan Romero kemudian dijual lagi kepada Tottenham seharga 42 juta Pound (sekitar 49,7 juta Euro). Direktur Spurs saat ini adalah Fabio Paratici, yang baru saja dilepas Bianconeri.

Transfer ini dinilai para pemegang saham sebagai bisnis yang buruk, terlebih dilakukan oleh Juventus yang selama ini dikenal cerdik dalam bergerak di bursa transfer.

(adp/pur)

ADVERTISEMENT