Juventus Diduga Palsukan Laporan Keuangan, Kantornya Digeledah Polisi

Adhi Prasetya - Sepakbola
Sabtu, 27 Nov 2021 10:10 WIB
The picture shows the new logo of Juventus before the Italian Serie A football match Juventus Vs Cagliari on August 19, 2017 at the Allianz Stadium in Turin. / AFP PHOTO / Marco BERTORELLO
Juventus diduga memalsukan laporan keuangan selama tiga musim terakhir. Foto: Marco BERTORELLO/AFP
Turin -

Para petinggi Juventus sedang diinvestigasi oleh pihak berwajib di Italia. Mereka diduga melakukan pemalsuan laporan keuangan dan pergerakan dana senilai 50 juta Euro.

Dilaporkan La Gazzetta dello Sport, ada enam nama yang diinvestigasi, termasuk Presiden Andrea Agnelli, Wakil Presiden Pavel Nedved, hingga eks Direkur Olahraga Fabio Paratici yang kini bekerja untuk Tottenham Hotspur. Tiga lagi disebut berasal dari bagian komersial klub.

Pada Jumat (26/11/2021) lalu, Guardia di Finanza (otoritas hukum di Italia yang mengurus kasus kejahatan keuangan) mendatangi kantor Juventus di Continassa dan Milan, mencari informasi dan mengambil sejumlah dokumen penting selama 2018-2021 untuk penyelidikan.

Jaksa Penuntut Umum di Turin membuka kasus ini setelah CONSOB (badan pemerintah Italia yang mengawasi pasar sekuritas) melakukan pemeriksaan pada Juli lalu dan COVISOC (badan pengawas klub-klub sepakbola di Italia) juga memberikan laporan yang diinvestigasi oleh Jaksa Federal.

COVISOC beranggapan ada sejumlah kasus terkait pengambilan keuntungan dari transfer pemain yang perlu diinvestigasi, salah satunya pertukaran antara Miralem Pjanic dan Arthur Melo pada 2020 lalu. Sekarang, Juventus juga masuk dalam investigasi kriminal, dengan pergerakan keuangan senilai 50 juta Euro.

Bulan lalu, Jaksa Federal membuka 62 kasus transfer mencurigakan di Serie A, 42 di antaranya melibatkan Juventus sebagaimana dilaporkan La Repubblica dan Il Tempo. Ada 21 pemain yang ditransfer dengan total nilai 90 juta Euro, namun uang yang bergerak hanya 3 juta Euro saja.

Belum ada pernyataan resmi dari Juventus terkait hal ini.

(adp/bay)