Wow! Dua 'Gol Olimpiade' Tercipta dalam Sepekan Liga Italia

Bayu Baskoro - Sepakbola
Senin, 06 Des 2021 20:20 WIB
Juventus Juan Cuadrado controls the ball during the Serie A soccer match between Juventus and Genoa, at the Turin Allianz stadium, Italy, Sunday, Dec. 5, 2021. (Marco Alpozzi/LaPresse via AP)
Juan Cuadrado mencetak gol Olimpiade di laga Juventus vs Genoa. (Foto: AP/Marco Alpozzi)
Jakarta -

Pekan ke-16 Liga Italia 2021/2022 menghadirkan sesuatu yang tidak biasa. Ada dua 'gol Olimpiade' tercipta, yang dicetak oleh dua tim berbeda!

Gol Olimpiade bisa dikatakan jarang tercipta di sebuah pertandingan. Gol tersebut hanya bisa dilakukan seorang pemain yang menendang langsung bola sepak pojok masuk ke dalam gawang lawan.

Gol itu pula yang terjadi pada dua pertandingan di giornata ke-16 Serie A musim ini. Gol Olimpiade tercipta dalam duel AS Roma vs Inter Milan dan Juventus vs Genoa.

Pemain Inter, Hakan Calhanoglu, mencetak gol Olimpiade saat menghadapi Roma di Stadion Olimpico, Minggu (5/12/2021). Dia menendang bola masuk ke dalam gawang lewat sepak pojok di menit ke-15, sekaligus menjadi gol pembuka kemenangan Nerazzurri 3-0 atas Il Lupi.

Menukil laman resmi Inter, Calhanoglu menjadi pemain keempat Si Ular yang berhasil mencetak gol Olimpiade di era modern. Dia mengikuti jejak Christian Eriksen yang melakukannya saat melawan Napoli di Coppa Italia tahun 2020, Alvaro Recoba (vs Empoli, Serie A 2007) dan Dejan Stankovic (vs AC Milan, Serie A 2004).

Satu hari setelah Calhanoglu membobol gawang Roma, gol Olimpiade kembali tercipta di Liga Italia. Kali ini dilakukan pemain Juventus, Juan Cuadrado, kala bersua Genoa di Allianz Stadium, Senin (6/12) dini hari WIB.

Cuadrado mencetak gol langsung dari sepak pojok di menit kesembilan. Bola tendangan sudut pemain asal Kolombia itu melengkung masuk ke arah pojok kiri atas gawang Genoa.

Juventus menambah gol lagi melalui Paulo Dybala delapan menit sebelum waktu normal habis. Si Nyonya Tua menutup laga dengan kemenangan 2-0.

Asal Mula 'Gol Olimpiade'

Gol Olimpiade sendiri tidak berkaitan langsung dengan ajang pesta olahraga terbesar di dunia, Olimpiade. Istilah tersebut pertama kali dikenal pada 1924 ketika Argentina bertemu juara Olimpiade 1924, Uruguay, di laga persahabatan.

Argentina berhasil menaklukkan Uruguay dengan skor 2-1. Gol penentu kemenangan Tim Tango dicetak Casareo Onzari dari tendangan sudut.

Gol Onzari ini kemudian diberi nama gol Olimpiade oleh para media lokal, merujuk kepada status Uruguay yang saat itu meraih medali emas sepakbola Olimpiade. Sejak saat itu, beberapa pemain mencoba peruntungan mencetak gol langsung dari sepak pojok.

Rekor terbanyak gol Olimpiade dipegang pemain Turki, Sukru Gulesin. Eks penyerang Besiktas periode 1940-an dan 1950-an itu membobol gawang lawan 32 kali dari tendangan sudut.

(bay/aff)