Bologna Lagi Pincang, Inter Tak Mau Gegabah

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Kamis, 06 Jan 2022 15:30 WIB
MILAN, ITALY - SEPTEMBER 18: Milan Skriniar of FC Internazionale celebrates his first goal with his teammates during the Serie A match between FC Internazionale and Bologna FC at Stadio Giuseppe Meazza on September 18, 2021 in Milan, Italy. (Photo by Pier Marco Tacca/Getty Images)
Inter Milan tak mau anggap remeh Bologna (Getty Images/Pier Marco Tacca)
Milan -

Inter Milan akan coba melanjutkan tren positifnya di Serie A saat menghadapi Bologna. Meski lawan tengah pincang karena badai corona, Nerazzurri enggan lengah.

Inter akan memulai lagi paruh kedua musim Serie A 2021/2022 dengan tandang ke Renato Dall'Ara, Kamis (6/1/2021) malam WIB. Melihat tren belakangan ini, jelas Inter diunggulkan menang.

Sebab, mereka sudah memenangi tujuh pertandingan terakhirnya di Serie A dengan torehan 17 gol tanpa kebobolan! Sementara Bologna malah lagi naik-turun dengan dua kemenangan dan tiga kekalahan di lima laga terbarunya.

Belum lagi, Inter akan menghadapi Bologna yang pincang karena banyak pemain absen. Tak cuma karena badai cedera dan skorsing, ada delapan pemain yang harus diisolasi karena terpapar COVID-19.

Inter juga diganggu kasus COVID-19 karena Edin Dzeko harus absen karena masa karantina dan Hakan Calhanoglu yang menjalani skorsing kartu kuning. Tapi, secara kualitas skuat, Inter punya pelapis yang mumpuni.

Hanya saja Simone Inzaghi sebagai pelatih tak mau gegabah karena Bologna bisa saja mengejutkan. Apalagi Inter punya catatan kurang bagus saat mengawali tahun belakangan ini.

Mereka sudah tidak menang di empat pertandingan terakhirnya di awal tahun, satu imbang dan tiga kekalahan.

"Ini laga yang sulit, Bologna mengalahkan Sassuolo 3-0 sebelum libur Natal dan kita tahu betapa bagusnya Sinisa Mihajlovic itu. Kami harus tampil bagus," ujar Inzaghi seperti dikutip Football Italia.

"Saya rasa segala ketidakpastian saat ini tidak bagus untuk sepakbola, karena sulit untuk melakukan persiapan, Anda harus siap untuk mengubah pemain dan strategi dalam waktu cepat. Ini terjadi dalam dua tahun terakhir masa pandemi, tapi semua klub merasakannya kok," sambungnya.

(mrp/pur)