Secuil Penyesalan Inter Milan Usai Seri di Markas Atalanta

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Senin, 17 Jan 2022 11:50 WIB
Edin Dzeko of Inter Milan heads the ball during the Serie A soccer match between Atalanta and Inter at Gewis Stadium, Bergamo, Italy, Sunday Jan. 16, 2022. (Spada/LaPresse via AP)
Inter Milan merasa seharusnya menang melawan Atalanta. (Foto: AP/Spada)
Jakarta -

Inter Milan gagal meneruskan tren kemenangannya setelah berimbang tanpa gol dengan Atalanta. Performa Inter dinilai bagus tapi seharusnya bisa menang.

Bertandang ke Stadion Gewiss pada Senin (17/1/2022) dinihari WIB, Inter lebih dominan usai memiliki penguasaan bola yang mencapai 64 persen. Nerazzurri juga tercatat melepaskan 11 percobaan (3 on target), lebih sedikit dari Atalanta yang membuat 12 percobaan (6 on target).

Kendati demikian, Inter menciptakan sejumlah peluang bagus yang terjadi di babak kedua. Sundulan Edin Dzeko dari jarak dekat saat menyambut umpan Denzel Dumfries hanya melayang di atas gawang Atalanta, kemudian penyelesaian Danilo D'Ambrosio usai menerima umpan back heel Nicolo Barella masih melebar.

Dengan hasil ini laju kemenangan beruntun Inter Milan hanya sampai delapan pertandingan. Namun, toh Inter masih menempati Capolista dengan keunggulan dua poin dari rival terdekatnya, AC Milan.

Pelatih Inter Milan Simone Inzaghi mengutus tangan kanannya, Massimiliano Farris, untuk berbicara dengan media selepas pertandingan karena kehilangan suara pasca kemenangan di Piala Super Italia. Farris mengungkapkan, ada penyesalan di balik hasil seri itu.

"Saya membawa harapan terbaik dari Inzaghi, setidaknya itulah yang coba dia katakan kepada saya melalui isyarat," ujar Farris di Football-Italia. "Dia belum sepenuhnya sembuh dari hari Rabu (Inter mengalahkan Juventus di Piala Super Italia) dan meminta saya untuk menemui Anda dan berbicara kepada Anda."

"Kami mencoba membangun serangan dari belakang dan menjaga bola lebih banyak karena kami baru saja bertanding selama 120 menit dan tidak mudah menghadapi Atalanta, bahkan ketika Anda masih segar."

"Tadi itu adalah sebuah pertandingan yang bagus. Kami puas dengan performanya, tapi juga memiliki penyesalan-penyesalan karena ada beberapa peluang untuk membawa pulang tiga poin."

"Kami menghormati Atalanta karena menampilkan performa bagus, tapi Inter juga menunjukkan bahwa kami itu sebuah tim yang hebat. Niat kami tadi menjaga bola, tapi kami tidak pernah menginginkan penguasaan bola itu berujung gagal mencetak gol," Farris menambahkan usai Atalanta vs Inter Milan tuntas 'kacamata'.

(rin/krs)