Mourinho yang Tak Lagi Egois di AS Roma

ADVERTISEMENT

Mourinho yang Tak Lagi Egois di AS Roma

Yanu Arifin - Sepakbola
Sabtu, 04 Jun 2022 06:30 WIB
TIRANA, ALBANIA - MAY 25: AS Roma manager Jose Mourinho celebrates at full-time following the UEFA Conference League final match between AS Roma and Feyenoord at Arena Kombetare on May 25, 2022 in Tirana, Albania. (Photo by Chris Brunskill/Fantasista/Getty Images)
Jose Mourinho tak lagi egois di AS Roma (Foto: Chris Brunskill/Fantasista/Getty Images))
Lisbon -

Jose Mourinho mengubah pendekatannya saat melatih AS Roma. Pelatih asal Portugal itu mengaku tak lagi egois.

Mourinho langsung mempersembahkan gelar di musim pertamanya melatih Roma. Pria berusia 59 tahun itu membawa Giallorossi menjuarai Europa Conference League.

Di final, Roma bisa mengalahkan Feyenoord 1-0 di Tirana, Albania, 25 Mei lalu. Usai laga, terlihat Mourinho sampai menangis di lapangan.

Dalam wawancaranya, Jose Mourinho mengaku belajar banyak selama melatih AS Roma. Sosok yang dikenal kerap sesumbar saat melatih Porto, Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, Manchester United, dan Tottenham Hotspur itu belajar untuk tidak egois.

"Saya menjadi sosok yang jauh lebih sedikit ego-sentris, menjadi orang yang hidup lebih banyak untuk orang lain daripada untuk diri saya sendiri," kata Jose Mourinho, saat berbicara di High Performance Football Coaching di Universitas Lisbon.

Mourinho juga mengaku bahagia betul bisa menjuarai Europa Conference League. Bagi Roma, menurutnya, trofi itu bak memenangkan Liga Champions.

"Itu membuat saya merasa, mungkin, yang tidak saya rasakan. Itu adalah Liga Champions kami," katanya.

Musim pertama Mourinho di Roma sendiri tak mudah. Ia sempat membawa Tammy Abraham tampil apik di Serie A, sebelum akhirnya kalah bersaing dan gagal finis empat besar. Total, Mourinho sudah memimpin 55 laga di Roma, dengan rincian 29 kali menang, 12 imbang, dan 14 kali kalah.

Namun, AS Roma akhirnya bisa meraih trofi dari ajang Europa Conference League. Sukses itu membuat Jose Mourinho menjadi pelatih pertama yang bisa menyabet semua trofi antarklub dari ajang Eropa, setelah sudah sempat titel Liga Champions di Porto dan Inter, serta juara Liga Europa bersama Porto dan Manchester United.

(yna/mrp)

ADVERTISEMENT