ADVERTISEMENT

Presiden Lazio Cibir Acara Perkenalan Dybala yang Megah di Roma

Adhi Prasetya - Sepakbola
Jumat, 29 Jul 2022 04:30 WIB
AS Roma player Paulo Dybala during the presentation to fans from Palazzo della Civilta on July 26, 2022 in Rome, Italy. (Photo by Fabrizio Corradetti/LiveMedia/NurPhoto via Getty Images)
Momen Paulo Dybala saat diperkenalkan sebagai pemain baru AS Roma. Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto
Jakarta -

Presiden Lazio Claudio Lotito tak terkesan soal bergabungnya Paulo Dybala ke klub rival sekota, AS Roma. Ia bahkan menyindir penyerang asal Argentina itu.

Dybala, yang dikontrak Roma hingga 2025, diperkenalkan lewat acara yang megah pada Selasa (26/7). Ribuan suporter Giallorossi hadir memadati Palazzo della Civiltà. Acara ini juga disiarkan langsung dan ditonton lebih dari 50 ribu orang.

Hadirnya La Joya seolah menegaskan ambisi Roma untuk bangkit ke papan atas Liga Italia, usai memenangi Europa Conference League musim lalu. Pemain 29 tahun itu diyakini bisa membuat Giallorossi naik kelas.

Namun Lotito melihatnya biasa saja. Ia sampai menyebut kedatangan Dybala hanya sekadar membuat senang para pecinta stiker Panini, karena bisa menambah koleksi baru dalam album gambar mereka.

"Saya tak menonton perkenalan Dybala di Roma, dan kedatangannya tak berpengaruh apapun bagi saya. Saya tak menjual mimpi, tapi kenyataan. Kami tak mengoleksi stiker Panini, kami tak peduli," ujar Lotito, dikutip Football Italia.

"Lotito membawa hasil. Faktanya, koleksi gelar kami dalam beberapa tahun terakhir hanya kalah dari Juventus. Bagaimana pun juga, suporter Lazio selalu berkomentar sekalipun kami berhasil memenangi trofi."

"Apakah pergerakan Roma di bursa transfer menjadi pemberitaan yang seksi, saya tak tahu. Lazio sudah merekrut enam pemain baru, dan mungkin kami akan mendatangkan beberapa pemain lagi."

"Saya tak melakukan sesuatu atas dasar estetika. Saya bukan suporter yang menjadi presiden, tapi presiden yang menjadi suporter, dan saya harus menciptakan kondisi agar klub ini punya masa depan yang semakin kuat," jelasnya.

Jika hanya menghitung jumlah trofi tanpa menilai kadar gengsi turnamen, prestasi Lazio selama 10 tahun terakhir di Italia memang hanya kalah dari Juventus, yang sempat menjuarai Serie A selama sembilan musim beruntun.

Biancoceleste mendapat 4 trofi, yakni 2 Coppa Italia (2013, 2019) dan 2 Piala Super Italia (2017, 2019). Jumlah itu lebih banyak dari Inter Milan (3 trofi), Napoli (3 trofi), AC Milan (2 trofi), dan Roma (1 trofi).

Meski begitu, ada gelar juara Liga Italia dalam koleksi trofi Milan dan Inter, sementara Roma meraih trofi tingkat Eropa, yaitu UEFA Conference League. Lazio sendiri belum pernah meraih scudetto lagi sejak terakhir memenanginya pada 2000 silam.

(adp/mrp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT