ADVERTISEMENT

Rambut Penuh Uban dan Kulit Keriput, Mourinho Masih Lapar Kemenangan

Randy Prasatya - Sepakbola
Kamis, 22 Sep 2022 06:40 WIB
UDINE, ITALY - SEPTEMBER 04: Jose Mourinho, Manager of AS Roma looks on during the Serie A match between Udinese Calcio and AS Roma at Dacia Arena on September 04, 2022 in Udine, Italy. (Photo by Emmanuele Ciancaglini/Getty Images)
Jose Mourinho tak pernah mau kalah. (Foto: Getty Images/Emmanuele Ciancaglini)
Jakarta -

Jose Mourinho sudah 22 tahun menjalani karier sebagai pelatih. Dia menegaskan ambisi untuk menang tak pernah surut dan mau terus bekerja sampai beberapa tahun mendatang.

Mourinho mengawali karier sebagai pelatih di tahun 2000 dengan menukangi Benfica. Perjalanan bersama Benfica cuma berlangsung dari September sampai Desember karena ada ketidakcocokan dengan presiden klub Manuel Vilarinho.

Catatan Mourinho di Benfica sebetulnya cukup sip dengan meraih enam kemenangan dan cuma dua kali kalah dari 11 laga. Salah satunya dengan menghantam Sporting CP 3-0 dan hasil manis itu tak membuat Vilarinho mau mempertahankan Mourinho.

Mourinho baru melatih lagi pada Juli 2001 dengan membesut U.D. Leiria. Klub tersebut mampu menjadi penantang gelar juara Liga Portugal, namun tiba-tiba Porto datang mendekati Mourinho di awal Januari 2002.

Pindah ke Porto menjadi momen besar dalam karier Mourinho sebagai pelatih. Dia mampu menyabet dua gelar liga dan memenangi trofi Liga Champions pada musim 2003/2004.

Chelsea kemudian merekrut Mourinho. Mantan penterjemah sekaligus asisten Bobby Robson itu makin meroket dengan merasakan semua gelar kompetisi di Inggris.

Sukses besar Mourinho ada di Inter Milan. The Special One mampu mempersembahkan treble winner yang pertama kali untuk Nerazzurri pada 2010.

Kesuksesan Mourinho di Inter tak pernah terjadi lagi setelahnya. Namun Mourinho masih mampu mempersembahkan gelar domestik bersama Real Madrid dan Chelsea di periode kedua.

Mourinho baru bisa mengangkat trofi di pentas Eropa saat menjadi manajer Manchester United. Ada gelar Liga Europa yang diraih, namun nihil gelar saat bersama Tottenham Hotspur.

Mourinho kini di AS Roma dan musim pertamanya tak memuaskan di Liga Italia, namun menjadi juara di UEFA Conference League. Musim kedua bersama Roma masih tidak stabil dan Mourinho menegaskan ambisi untuk menang masih terus ada.

"22 tahun telah berlalu dengan cepat, tetapi saya ingin melanjutkan. Saya merasa baik, saya merasa kuat, termotivasi, saya suka menang, saya benci kalah, tidak ada yang berubah," kata Mourinho berbicara di acara Quinas de Ouro, yang dikutip dari Football Italia.

"Warna rambut saya, ya, bahkan kerutan, tetapi saya ingin melanjutkan. Bukan untuk 22 tahun lagi, karena tidak ada waktu, tetapi untuk beberapa tahun lagi," pria berusia 59 tahun itu menegaskan.



Simak Video "AC Milan Tumbangkan AS Roma dengan 2-1"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/mrp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT