Pantas Saja Mourinho Frustrasi, AS Roma Begitu sih...

ADVERTISEMENT

Pantas Saja Mourinho Frustrasi, AS Roma Begitu sih...

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Selasa, 20 Sep 2022 18:34 WIB
Jose Mourinho of AS Roma looks on during the Serie A match between AS Roma and Atalanta BC at Stadio Olimpico, Rome, Italy on 18 September 2022.  (Photo by Giuseppe Maffia/NurPhoto via Getty Images)
Jose Mourinho frustrasi dengan finishing AS Roma. (Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)
Jakarta -

AS Roma angin-anginan di awal musim ini. Statistik menunjukkan skuad besutan Jose Mourinho itu boros banget dengan peluang-peluang mereka. Pantas saja Mourinho frustrasi!

AS Roma memulai musim ini dengan dua kemenangan tipis atas Salernitana dan Cremonese. Setelah berimbang dengan Juventus, I Lupi sempat menang 3-0 atas Monza tapi lalu dihajar 0-4 oleh Udinese.

Paulo Dybala dkk susah payah merebut kembali ke jalur kemenangan dengan menaklukkan Empoli tipis 2-1. Momentum itu lagi-lagi gagal dipertahankan dengan menelan kekalahan 0-1 dari Atalanta.

Satu persoalan yang menonjol dari Roma adalah pemanfaatan peluang yang buruk. Mereka merupakan tim keempat tertinggi dalam rataan tembakan per laga di Liga Italia, bahkan jadi tim terbaik dalam urusan peluang on target bersama Inter Milan.

Roma rata-rata melepaskan 16,6 tembakan, dengan 6,1 peluang mengarah ke gawang, per pertandingannya. Namun tingginya jumlah ancaman itu cuma menghasilkan total delapan gol sejauh ini di Serie A, yang menempatkan mereka di urutan sembilan dalam hal ketajaman.

Artinya, rata-rata Roma cuma punya rasio 1,14 gol/laga, yang jauh di bawah rata-rata tembakan on target mereka. Ini pula yang bikin Pelatih Roma Jose Mourinho frustrasi di laga terakhir kontra Atalanta.

Roma yang tampil dominan, mencatatkan 21 tembakan dengan lima di antaranya on target, tak mampu mencetak satu gol pun. Sebaliknya Atalanta bisa menang dengan satu peluang mengarah ke gawang.

Dalam keluhannya, Mourinho membawa-bawa Paulo Dybala yang absen mendadak karena cedera saat pemanasan. Ia mengakui absennya Dybala mengurangi ketajaman Roma.

"Pertandingannya berakhir dengan buruk karena kami kalah di sebuah laga yang seharusnya bisa dimenangi dengan mudah, mempertimbangkan permainan kami," kata Mourinho dikutip Football Italia.

"Kalau kami bisa membayangkan dominasi yang kami punya di sepertiga akhir ini, dengan banyaknya peluang yang kami ciptakan, kami bisa berspekulasi bahwa dengan Paulo (Dybala) di lapangan maka hasilnya mungkin berbeda," ungkap pelatih asal Portugal itu usai pertandingan.

Mourinho sebelumnya juga sempat meminta para penyerangnya, termasuk Andrea Belotti, untuk lebih tak kebanyakan trik dan fokus menyelesaikan peluang bagaimanapun caranya.

(raw/krs)

ADVERTISEMENT